Disambut Hangat di Teheran, Rider Abdul Kadir dan Bintoro Menginap di KBRI


RADAR BANYUWANGI – Perjalanan keliling dunia Abdul Kadir dan Bintoro mendapat sambutan istimewa saat tiba di Teheran, Iran. Dua rider asal Indonesia itu dijamu makan siang dan dipersilakan menginap di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Momen tersebut bukan sekadar persinggahan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara warga negara Indonesia (WNI) dan perwakilan pemerintah di luar negeri.
Seharian pada Rabu (4/11), Kadir dan Bintoro menjadi tamu KBRI Teheran. Keduanya disambut langsung Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, yang akrab disapa Roy Soemirat.
Kadir mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan pihak kedutaan. Selain mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan Dubes RI, mereka juga dijamu makan siang dan diberi tempat menginap di lingkungan kedutaan.
”Kami seperti tamu terhormat. Mendapat sambutan hangat dari Pak Kedubes Roy Soemirat dan dijamu makan siang,” kata Kadir saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Rabu (4/11), pukul 16.00 WIB.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Radar Banyuwangi untuk berbincang langsung dengan Roy Soemirat. Dalam wawancara melalui sambungan telepon selama sekitar lima menit, diplomat yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 24 Maret 2025 itu menyampaikan sejumlah pesan bagi WNI yang berada di luar negeri.
Selain bertugas di Iran, Roy Soemirat juga merangkap wilayah tugas Turkmenistan. Ia menegaskan, KBRI sebagai perwakilan pemerintah Indonesia selalu berupaya memberikan bantuan dan perlindungan kepada WNI, baik yang sedang berwisata, bekerja, menempuh pendidikan, maupun melakukan perjalanan lintas negara.
"Kami di KBRI sebagai perpanjangan tangan pemerintah akan tetap mencoba memberikan bantuan yang proper (layak) dan memadai," ujar Roy.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perlindungan pemerintah tetap memiliki batas. Setiap individu juga perlu memahami tanggung jawab personal selama melakukan perjalanan mandiri di luar negeri, termasuk memperhatikan aturan dan kondisi negara yang dikunjungi.
Budaya Lapor Diri Jadi Kunci Perlindungan WNI
Salah satu pesan utama Roy dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya budaya lapor diri kepada KBRI atau perwakilan RI di negara tujuan.
Ia mengapresiasi Kadir dan Bintoro yang menyempatkan diri singgah sekaligus berkoordinasi dengan pihak kedutaan. Menurutnya, langkah sederhana tersebut membantu perwakilan Indonesia mengetahui keberadaan warganya di luar negeri.
Roy mengimbau para pelancong lintas negara, pekerja migran, pelajar, hingga kru kapal yang sedang transit agar tidak mengabaikan kewajiban dan prosedur lapor diri sesuai ketentuan yang berlaku.

"Banyak teman-teman yang kadang lupa lapor diri ke KBRI. Jadi saat terjadi situasi darurat, kami kesulitan mendata karena sejak awal tidak tahu ada WNI di wilayah kami," jelasnya.
Data keberadaan WNI, lanjut Roy, sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemantauan. Dengan mengetahui siapa saja warga Indonesia yang berada di wilayah kerjanya, KBRI dapat lebih cepat menjalin komunikasi dan menyalurkan bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
Dubes RI Sebut Teheran Relatif Stabil
Dalam kesempatan itu, Roy juga memberikan gambaran mengenai situasi keamanan di Iran, khususnya Teheran. Ia menyebut kondisi ibu kota Iran tersebut relatif stabil, aman, dan kondusif untuk aktivitas publik saat ini.
Kondisi tersebut memungkinkan KBRI tetap menjalankan tugas pelayanan sekaligus menjaga komunikasi dengan WNI yang menetap maupun sedang melintas di Iran. Meski demikian, warga Indonesia yang bepergian tetap perlu mengikuti perkembangan situasi dan memperhatikan imbauan resmi terkait keamanan perjalanan.
Roy menilai perjalanan darat jarak jauh yang dilakukan Kadir dan Bintoro juga memiliki nilai lebih. Pengalaman keduanya dapat menjadi sumber cerita langsung bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal Iran dari sisi kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemahaman masyarakat Indonesia tentang Iran masih terbatas dan kerap dipengaruhi sudut pandang pemberitaan media Barat. Padahal, hubungan masyarakat Indonesia dan Iran memiliki kedekatan yang tidak hanya berkaitan dengan latar belakang budaya dan agama, tetapi juga keterbukaan masyarakatnya dalam menyambut orang asing.
”Melalui perjalanan Pak Kadir, kita bisa membagikan testimoni langsung mengenai kondisi sosial budaya dan kehangatan nyata masyarakat di sini," pungkas Roy Soemirat.
Persinggahan Kadir dan Bintoro di KBRI Teheran pun menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Di tengah petualangan melintasi berbagai negara, sambutan kedutaan memperlihatkan bahwa koordinasi dengan perwakilan Indonesia merupakan bekal penting bagi setiap WNI yang bepergian ke luar negeri. (aif)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




