Sorotan utama dalam pertandingan ini datang dari Eberechi Eze yang mencetak gol debutnya di Liga Champions dengan cara luar biasa. Gelandang kreatif tersebut membuka keunggulan Arsenal melalui tendangan keras dari jarak sekitar 20 yard yang tak mampu dihentikan kiper lawan.
Tak lama berselang, Declan Rice menggandakan keunggulan dengan penyelesaian yang tenang dan berkelas, sekaligus memastikan kemenangan Arsenal dalam laga tersebut.
Pada pertemuan leg pertama di Jerman, Arsenal sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan disiplin Bayer Leverkusen. Bahkan, mereka harus menunggu hingga menit akhir untuk menyamakan kedudukan melalui penalti Kai Havertz, yang mengamankan hasil imbang 1-1.
Namun, situasi berbeda terlihat di London. Arsenal tampil dominan sejak awal pertandingan, memanfaatkan momentum positif dari kemenangan sebelumnya, termasuk euforia setelah gol bersejarah Max Dowman saat menghadapi Everton akhir pekan lalu.
Kali ini, tidak ada ruang bagi kritik yang menyebut permainan Arsenal membosankan. Pasukan asuhan Mikel Arteta menunjukkan performa meyakinkan dengan permainan menyerang yang efektif dan penuh percaya diri.
Keberhasilan ini menandai musim ketiga berturut-turut Arsenal melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Sporting Lisbon di perempat final, laga yang diyakini membuka peluang besar bagi Arsenal untuk kembali melangkah hingga semifinal. (*)
Editor : Niklaas Andries