Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

GP26 Bikin Pembalap MotoGP Fabio Di Giannantonio Tersenyum, Masalah Lama Akhirnya Terjawab

Lugas Rumpakaadi • Senin, 9 Februari 2026 | 02:15 WIB
Fabio Di Giannantonio mendapatkan hasil kurang memuaskan di MotoGP Hungaria 2025.
Fabio Di Giannantonio mendapatkan hasil kurang memuaskan di MotoGP Hungaria 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Fabio Di Giannantonio menutup tes pramusim MotoGP di Sepang dengan catatan positif.

Pembalap Italia yang akrab disapa Diggia itu berhasil finis di posisi ketiga, meski belum sekalipun mencoba “paket lengkap” motor pilihannya untuk pengembangan GP26 selama tiga hari pengujian di Malaysia.

Sepanjang tes, Di Giannantonio dan timnya fokus mengeksplorasi berbagai komponen baru, mulai dari setup hingga pengembangan sasis dan aerodinamika.

Kendati demikian, ia mengaku konsistensi kecepatan dan rasa percaya diri pada bagian depan motor sudah terasa kuat.

“Saya sangat senang dengan tiga hari tes ini karena saya pikir kecepatannya selalu ada, dan feeling itu juga,” ujar Diggia, dikutip Crash, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan bahwa hampir di setiap jenis simulasi, performanya relatif stabil.

“Saya senang karena saya tidak memiliki putaran lambat di setiap jenis lari yang kami lakukan,” katanya.

Diggia juga menyayangkan hujan yang sempat turun dan menghambat rencana tim.

“Sayang sekali dengan hujan kemarin karena kami membutuhkan beberapa run lagi untuk menyelesaikan paket penuh,” ujarnya.

Catatan waktu tercepat Di Giannantonio tercipta pada sesi pagi hari ketiga dengan 1 menit 56,875 detik, lalu diikuti 1 menit 57,093 pada sore hari.

Ia mengungkapkan bahwa eksperimen saat time attack sore hari belum memberikan hasil maksimal.

“Kami mencoba sesuatu tetapi justru sebaliknya. Tapi itu bukan dengan paket terbaik untuk kami,” ungkapnya.

Perbedaan paling terasa dibanding GP25 adalah prediktabilitas bagian depan motor.

“Masalah terbesar bagi saya adalah menemukan konsistensi dalam perasaan dari depan,” jelasnya.

Menurut Diggia, GP26 kini jauh lebih mudah dipahami dan stabil.

Ujian sesungguhnya akan datang di Buriram, Thailand.

“Mari kita lihat apakah kita bisa mengulanginya dalam kondisi lain di Thailand. Itulah kuncinya,” pungkas Di Giannantonio dengan optimistis.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sepang #Fabio Di Giannantonio #thailand #motogp