Penyerang asal Norwegia itu kini menjadi pemain ketiga dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak minimal dua gol dalam empat laga kandang beruntun, menyamai torehan dua legenda Liverpool, Robbie Fowler dan Luis Suarez.
Dengan performa luar biasa di awal musim 2025-2026, Haaland telah mengoleksi 17 gol dalam 13 pertandingan di semua kompetisi, termasuk 13 gol di Premier League, jauh di atas pesaing terdekat yang baru mencetak enam gol.
Dua gol ke gawang Bournemouth membuat Haaland semakin dekat untuk memecahkan rekor milik Suarez, yang pernah mencetak dua gol atau lebih dalam lima laga kandang beruntun.
Jika Haaland mampu mencetak dua gol lagi saat menjamu Liverpool pada laga berikutnya dan mengulangi hal yang sama saat melawan Leeds United pada 29 November, maka rekor baru akan menjadi miliknya seorang.
Menuju Status Penyerang Terhebat Sepanjang Masa Premier League
Meski statistik Haaland terus menanjak, untuk disebut sebagai penyerang terbaik dalam sejarah Premier League, ia masih perlu mengejar angka fantastis Alan Shearer yang memimpin daftar sepanjang masa dengan 260 gol.
Saat ini, Haaland baru mengoleksi 98 gol, tertinggal 162 gol dari rekor tersebut. Namun, tingkat efisiensinya luar biasa. Haaland mencatat rata-rata 0,91 gol per 90 menit, jauh di atas Shearer yang memiliki rata-rata 0,57 gol per 90 menit selama kariernya.
Dengan rekor 36 gol dalam satu musim Premier League, rekor yang masih berdiri hingga kini, Haaland berpotensi menutup musim 2025-2026 dengan 49 gol jika terus mempertahankan performanya.
Tantangan City Menuju Gelar Juara
Kemenangan atas Bournemouth menempatkan Manchester City di posisi kedua klasemen sementara dengan 19 poin, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan unggul satu poin dari Liverpool di posisi ketiga.
Namun, pasukan Pep Guardiola masih menghadapi tantangan besar. Pertahanan City belum sekuat musim-musim sebelumnya, dengan delapan gol kebobolan dari 10 laga. Sebaliknya, Arsenal baru kebobolan tiga kali dan tampil lebih solid menghadapi tekanan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, ketergantungan City terhadap Haaland terlihat sangat jelas. Tidak ada pemain lain di skuad The Citizens yang mencetak lebih dari satu gol di Premier League sejauh ini.
Jika Haaland cedera atau mengalami penurunan performa, produktivitas lini depan City bisa anjlok drastis.
Untuk mempertahankan peluang juara, Guardiola perlu memastikan para pemain lain juga berkontribusi di lini serang. Selama Haaland tetap tajam di depan gawang, City masih memiliki peluang besar mempertahankan dominasi mereka di Liga Inggris. (*)
Editor : Niklaas Andries