Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Ajax mendapat pukulan telak lebih dulu ketika sang kapten Kenneth Taylor dikartu merah pada menit ke-18 setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Facundo Buonanotte.
Keunggulan jumlah pemain segera dimanfaatkan Chelsea dengan dua gol cepat. Marc Guiu membuka keunggulan lewat penyelesaian klinis, sebelum Moises Caicedo menggandakan skor lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengenai kaki Josip Sutalo dan menipu kiper Remko Pasveer.
Ajax sempat membalas melalui penalti Wout Weghorst di menit ke-33, namun harapan kebangkitan mereka langsung pupus menjelang turun minum. Dua penalti beruntun membuat Enzo Fernández dan Estevao mencetak gol masing-masing untuk memperlebar keunggulan The Blues menjadi 4–1.
Belum sempat Ajax bernapas, Tyrique George menambah gol kelima di awal babak kedua lewat tembakan kaki kiri yang sempat mengenai pemain lawan dan mengecoh kiper. Gol itu sekaligus menutup pesta gol Chelsea malam itu.
Dominasi Total Chelsea dan Strategi Cerdas Maresca
Kemenangan ini menjadi bukti efektivitas taktik Enzo Maresca, yang menurunkan tim dengan pressing agresif dan serangan cepat di kedua sisi sayap. Ajax yang baru saja dihajar Marseille 0–4, kembali memperlihatkan kelemahan fatal di lini pertahanan.
Maresca memuji respons anak asuhnya setelah kebobolan, serta menyoroti performa dua sayapnya, Jamie Gittens dan Estevao, yang tampil memukau sepanjang laga. Keduanya terus menekan pertahanan Ajax lewat kecepatan, visi bermain, dan kreativitas tinggi.
Kemenangan besar ini juga memberi ruang bagi pemain muda seperti Reggie Walsh, Josh Acheampong, dan Trevoh Chalobah untuk mendapat menit bermain, sementara bintang utama seperti Caicedo dan Fernandez dapat beristirahat menjelang jadwal padat akhir tahun.
Sorotan Pertandingan Chelsea vs Ajax
Menit ke-17:
Kenneth Taylor (Ajax) dikartu merah usai tekel keras pada Buonanotte. Keputusan diambil setelah tinjauan VAR.
Menit ke-18 (Chelsea 1–0 Ajax):
Umpan silang Buonanotte disundul Fofana ke arah Guiu yang menuntaskan peluang dengan tenang.
Menit ke-27 (Chelsea 2–0 Ajax):
Caicedo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang membentur Sutalo dan berbuah gol.
Menit ke-33 (Chelsea 2–1 Ajax):
Weghorst mengeksekusi penalti dengan baik setelah pelanggaran Adarabioyo terhadap Moro.
Menit ke-45 (Chelsea 3–1 Ajax):
Fernández sukses menuntaskan penalti ke sisi kanan gawang, mengembalikan keunggulan dua gol.
Menit ke-51 (Chelsea 4–1 Ajax):
Estevao menjebol gawang Ajax lewat penalti setelah dijatuhkan Youri Baas, gol debutnya di Liga Champions.
Menit ke-48 (Chelsea 5–1 Ajax):
Tyrique George menambah gol kelima dengan sepakan kaki kiri yang sempat membentur pemain lawan.
Pemain Terbaik: Jamie Gittens
Jamie Gittens layak dinobatkan sebagai Man of the Match. Winger muda asal Inggris itu menjadi motor serangan The Blues dengan lima peluang tercipta dan tiga dribel sukses.
Meski hanya mencatat satu assist, kontribusinya dalam menciptakan ruang dan mengacak pertahanan Ajax menjadi kunci kemenangan besar Chelsea.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Chelsea 58% - 34% Ajax
Tembakan: Chelsea 22-2 Ajax
On target: Chelsea 10-1 Ajax
Tendangan Sudu: Chelsea 11-0 Ajax
Pelanggaran: Chelsea 15-6 Ajax
Pertandingan Berikutnya
Chelsea akan kembali berlaga di Premier League pada Sabtu (25/10) menghadapi Sunderland, dengan target memperpanjang rekor kemenangan menjadi lima laga beruntun di semua kompetisi.
Sementara itu, Ajax akan mencoba mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan saat menjamu FC Twente di Eredivisie pada Minggu (26/10). (*)
Editor : Niklaas Andries