Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Asal Usul Nama Ondel-Ondel, Boneka Raksasa Ikon Budaya Betawi dan Kota Jakarta

Niklaas Andries • Jumat, 20 Juni 2025 | 16:30 WIB

KILAS BALIK: Ondel-Ondel ternyata memiliki sejarah asal usul nama yang unik untuk diketahui
KILAS BALIK: Ondel-Ondel ternyata memiliki sejarah asal usul nama yang unik untuk diketahui
RADARBANYUWANGI.ID – Bagi sebagian besar masyarakat tentu sudah tidak asing dengan keberadaan Ondel-Ondel. Boneka raksasa yang menjadi ikon budaya Betawi dan Kota Jakarta.

Ondel-ondel memiliki karakter yang khas. Rangka tubuhnya terbuat dari bambu. Badannya sengaja dibuat agak lebar. Ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi pemain untuk mengangkat dan menggerakkan Ondek-Ondel.

Wajah Ondel-Ondel lazim disebut dengan kedok. Topeng ini terbuat dari bahan kayu kapuk. Dari topeng inilah masyarakat bisa membedakan ondel-ondel pria dan wanita. Sebab pada umumnya Ondel-ondel dibuat dengan berpasangan.

Untuk membedakannya, topeng Ondel-Ondel wanita umumnya dicat putih. Topeng dilengkapi dengan hidung yang agak memanjang. Bagian dagunya dibuat lebih panjang dan membulat. Bibirnya tipis, mata indah dengan bulu mata tebal, serta sedikit perona pipi.

Sedangkan Ondel-ondel pria memiliki wajah berwarna merah dengan mata melotot, garis rahang yang tegas, beralis tebal. Selain itu untuk memberi kesan maskulin dilengkapi dengan kumis yang lebat.

Desain wajahnya tersebut semakin memperkuat kesan seram ondel-ondel pria.  Ondel-ondel juga diberikan pakaian untuk menutup bagian tubuhnya.

Di bagian kepala ada rambut dari ijuk hitam dengan hiasan kembang kelapa yang mekar seperti kembang api dengan berbagai warna. Ada sarung bermotif atau selendang tersampir di bahunya.

Namun tahukah kamu dari mana pemberian nama Ondel-Ondel berasal. Tak dinyana nama Ondel-ondel berasal dari kata gondel-gondel. Gondel-gondel memiliki arti menggantung atau bergandul.

Sebutan itu muncul dari gerakan ondel-ondel yang terlihat berayun saat berjalan. Ondel-Ondel dibuat ternyata awalnya masih ada hubungannya dengan dunia astral.

Dimana pembuatannya di masa lalu tak bisa dilakukan secara sembarangan.  Ondel-ondel membutuhkan sesajen khusus yang perlu disiapkan. Sesajennya terdiri atas bubur merah-putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga tujuh macam, serta asap kemenyan.

Setelah proses pembuatannya rampung, ondel-ondel kemudian diberi sesajen dan dibasuh menggunakan asap kemenyan yang telah diberikan  mantera-mantera.

Pemain ondel-ondel juga senantiasa melakukan ritual pembakaran kemenyan yang disebut  dengan Ngukup. (*)

Editor : Niklaas Andries
#kemenyan #betawi #ondel-ondel #ikon budaya #kota jakarta #boneka