Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemeriahan Anugerah Musik Banyuwangi (AMB) 2024 di Gesibu Blambangan: Panggung Penghargaan bagi Para Musisi Pelestari Musik Daerah

Sigit Hariyadi • Senin, 2 September 2024 | 16:46 WIB
MERIAH: Ribuan orang menyaksikan AMB di Gesibu Blambangan pada Sabtu malam (31/8).
MERIAH: Ribuan orang menyaksikan AMB di Gesibu Blambangan pada Sabtu malam (31/8).

Radarbanyuwangi.id - Banyuwangi dikenal sebagai gudangnya seniman. Tidak terkecuali seniman musik. Banyak lagu-lagu berbahasa Oseng yang populer dan dibawakan para musisi tanah air. Sebagai wujud penghargaan bagi para musisi lokal dan pelestari musik daerah, pemkab menggelar Anugerah Musik Banyuwangi (AMB).

Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan dipenuhi ribuan orang pada Sabtu malam (31/8). Mereka hadir di tempat itu untuk menyaksikan Anugerah Musik Banyuwangi (AMB) yang digelar pemerintah kabupaten the Sunrise of Java.

Bukan sekadar pentas musik biasa, melalui ajang ini pemkab juga memberikan apresiasi kepada sejumlah musisi yang selama ini telah melestarikan dan memopulerkan musik Banyuwangi. Melalui event ini pula diharapkan lahir penyanyi dan terciptanya lagu-lagu Oseng baru yang bisa memperkuat eksistensi lagu Banyuwangi.

Sementara itu, penghargaan yang diberikan kepada para musisi Banyuwangi dibagi dalam beberapa kategori. Di antaranya musisi terpopuler diberikan kepada Suliyana. Nama Suliyana belakangan semakin moncer karena membawakan musik daerah dengan aransemen orkestra. 

Penghargaan juga diberikan kepada penyanyi pendatang baru terpopuler, Aldi Embrian. Kategori lagu Banyuwangi terpopuler dianugerahkan untuk Alfredo  dan Exzel Ok dengan tembang berjudul ”Tau Dadi Cerito”. Anugerah video klip terbaik diberikan kepada Yoyok Powek (lagu ”Eman-Eman”, penyanyi Suliyana) dan arranger terbaik diberikan kepada Mufly Key.

SATU PANGGUNG: Suliyana mengajak Bupati Ipuk Fiestiandani untuk bernyanyi bersama.
SATU PANGGUNG: Suliyana mengajak Bupati Ipuk Fiestiandani untuk bernyanyi bersama.

Pada ajang AMB, pemkab juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada Supinah, sang maestro Gandrung Banyuwangi yang telah beberapa kali tampil di sejumlah negara untuk menggaungkan kesenian gandrung. Selain menari, seorang gandrung juga dituntut bisa menyanyi (nyinden).

Bupati Ipuk Fiestiandani yang hadir langsung pada ajang AMB malam itu mengatakan, musik Banyuwangi harus terus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. ”Ajang ini merupakan penghargaan dan apresiasi tinggi pada seluruh seniman musik yang penuh dedikasi melestarikan dan memopulerkan musik daerah. Terima kasih kepada seluruh seniman musik kita,” ujarnya. 

Selain itu, dalam AMB juga diserahkan penghargaan bagi para pemenang kompetisi ”Gending Using dan Lomba Cipta Lagu Banyuwangi” yang digelar pemkab. ”Ini ikhtiar untuk terus melakukan regenerasi penyanyi lagu daerah di tengah semakin masifnya gempuran industri musik dari luar negeri,” kata Ipuk.

Ipuk berharap, dengan lahirnya penyanyi dan terciptanya lagu-lagu Oseng baru akan bisa memperkuat eksistensi lagu Banyuwangi. ”Kami juga mengimbau agar hotel, restoran, hingga kafe bisa memutar musik asli Banyuwangi. Ini sekaligus sebagai ajang promosi musik daerah,” harapnya. 

Penyerahan apresiasi berlangsung meriah dengan disaksikan ribuan penonton. Sejumlah artis Banyuwangi ikut memeriahkan malam penganugerahan tersebut. Selain Suliyana, juga tampil penyanyi kondang Banyuwangi lainnya seperti Demi Yoker, Syahiba Saufa, Wandra, Dini Kurnia, dan Ochi Alvira. Turut tampil penyanyi senior legendaris Sumiyati.  (*/c1)

Editor : Niklaas Andries
#lagu #2024 #anugerah #pemkab banyuwangi #amb #musik #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #Suliyana