Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Marsinah, Buruh Tangguh dari Nganjuk yang Kini Resmi Jadi Pahlawan Nasional 2025

Ali Sodiqin • Selasa, 11 November 2025 | 16:11 WIB
Adik Marsinah, Wijiati (54), mencium foto sang kakak seusai agenda Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Adik Marsinah, Wijiati (54), mencium foto sang kakak seusai agenda Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

RADARBANYUWANGI.ID - Sosok Marsinah kini kembali harum dibicarakan publik.

Perempuan kelahiran Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969 ini resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Gelar itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/2025, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya membela hak-hak buruh Indonesia.

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh perempuan yang berani, sederhana, namun memiliki semangat besar memperjuangkan keadilan di tempat kerja.

Ia bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, dan aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Pada awal Mei 1993, Marsinah ikut memperjuangkan kenaikan upah minimum dan kondisi kerja yang lebih layak bagi rekan-rekannya.

Namun, perjuangan itu berujung tragis. Beberapa hari setelah aksi mogok kerja, Marsinah ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan pada 8 Mei 1993.

Kasus kematian Marsinah menjadi simbol perjuangan buruh dan hak asasi manusia di era Orde Baru.

Ia dikenang bukan hanya sebagai korban, tapi juga ikon keberanian perempuan Indonesia dalam melawan ketidakadilan.

Direktur Utama BRI sekaligus tokoh ekonomi desa, Hery Gunardi, bahkan menyebut perjuangan seperti Marsinah harus menjadi inspirasi untuk membangun ekonomi inklusif dari bawah.

Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pidato Hari Buruh 1 Mei 2025 menegaskan, “Kaum buruh juga layak memiliki pahlawan yang lahir dari perjuangan nyata di lapangan.”

Pengusulan Marsinah menjadi pahlawan nasional sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2022 oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Timur serta berbagai organisasi buruh.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya pemerintah mengakui jasanya bagi perjuangan kaum pekerja Indonesia.

Kini, nama Marsinah tak sekadar dikenang sebagai korban kekerasan, tapi sebagai simbol keadilan sosial, kesetaraan gender, dan keberanian rakyat kecil dalam memperjuangkan haknya.

Ia menjadi pahlawan nasional termuda dari Nganjuk, sekaligus bukti bahwa perjuangan seorang buruh perempuan bisa mengubah sejarah bangsa.

“Pengakuan ini bukan hanya untuk Marsinah, tapi untuk seluruh buruh Indonesia,” ujar Wijiati, adik Marsinah, dengan mata berkaca-kaca di Istana Negara. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pahlawan nasional #10 November #nganjuk #Profil Marsinah #presiden prabowo subianto #orde baru #buruh #Hari Pahlawan