Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penulis Lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng, Tante Lien Wieteke van Dort Tutup Usia di Den Haag

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 17 Juli 2024 | 18:53 WIB
Sosok Tante Lien Wieteke van Dorf pada 2009 silam.
Sosok Tante Lien Wieteke van Dorf pada 2009 silam.

RadarBanyuwangi.id - Dunia hiburan berduka atas kepergian Wieteke van Dort, penyanyi ikonik yang dikenal dengan lagu "Geef Mij Maar Nasi Goreng". 

Beliau meninggal dunia pada usia 81 tahun di Den Haag pada Senin (15/7).

Kabar duka ini datang hanya seminggu setelah suaminya, Theo Moody, meninggal dunia, meninggalkan keluarga mereka dalam kesedihan yang mendalam.

Wieteke van Dort meninggal setelah berjuang melawan kanker metastatik.

Meskipun namanya mungkin kurang dikenal secara luas, karya-karya Wieteke van Dort telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, terutama melalui media sosial.

Lagunya yang berlirik campuran Belanda-Indonesia sering diaransemen dalam musik keroncong, menambah nuansa khas yang memikat hati pendengarnya.

Wieteke van Dort, meskipun lahir di Surabaya pada 16 Mei 1943, telah lama menetap di Belanda. Hatinya selalu dekat dengan Indonesia. 

Lahir di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo, ia adalah sosok yang dikenal sebagai "Arek Suroboyo" sejati.

Dikenal di dunia hiburan sebagai Tante Lien, Wieteke van Dort sering tampil dengan kebaya khas ibu-ibu Jawa.

Karakter ini sangat terkenal di Belanda, terutama melalui acara televisi Late Late Lien.

Selain itu, ia juga dikenal melalui perannya sebagai Deftige Dame di De Stratemakeropzeeshow dan sebagai Titia Konijn di JJ De Bom.

Perjalanan hidup Wieteke van Dort penuh warna. Setelah tinggal di Indonesia hingga usia 14 tahun, keluarganya pindah ke Belanda akibat kebijakan nasionalisasi oleh Presiden Sukarno.

Kehilangan harta benda di Indonesia, mereka menetap di Den Haag, tempat di mana Wieteke melanjutkan pendidikannya dan mengasah bakat menggambar, melukis, dan berakting.

Meski sempat ditolak menjadi guru drama karena dianggap terlalu muda, Wieteke van Dort tidak menyerah. 

Ia kemudian bekerja di dunia teater dan kabaret, hingga akhirnya dikenal luas di televisi. 

Kariernya yang panjang dan beragam di dunia hiburan membawanya meraih banyak penghargaan, termasuk penghargaan kerajaan Belanda dan penghargaan militer pada Hari Veteran Nasional.

Pada akhir hidupnya, Wieteke van Dort tetap aktif berkarya, termasuk membintangi film "In Love with Bali" pada usia 80 tahun.

Selamat jalan, Wieteke van Dort, sosok yang telah mengukir sejarah dalam musik dan hiburan, serta menghubungkan budaya Belanda dan Indonesia dengan cara yang unik dan penuh kasih. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#den haag #Geef Mij Maar Nasi Goreng #belanda #meninggal dunia #Tante Lien #Wieteke van Dort