RadarBanyuwangi.id - Kurma adalah buah dari pohon kurma yang banyak ditanam di daerah tropis di dunia.
Kurma sendiri biasanya menjadi sangat populer ketika bulan suci Ramadhan.
Itu karena umat muslim sangat dianjurkan mengonsumsi makanan manis ketika berbuka.
Adapun makanan manis bisa didapat dari berbagai olahan makanan atau minuman.
Tak heran, ketika bulan Ramadhan sendiri, kurma seolah menjadi makanan wajib yang harus ada di rumah umat muslim.
Lalu sebenarnya apa saja manfaat dari mengonsumsi kurma?
- Tinggi antioksidan melawan penyakit
Kurma menyediakan berbagai antioksidan yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko dari beberapa penyakit.
Antioksidan diketahui dapat melindungi sel Anda dari radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan menyebabkan penyakit.
Dibandingkan jenis buah serupa, seperti buah ara dan plum kering, kurma tampaknya memiliki kandungan antioksidan tertinggi.
Salah satu jenis antioksidan itu adalah asam fenolik yang dikenal karena sifat anti-inflamasinya.
Asam fenolik dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.
Baca Juga: Resep Es Teler Nikmat Cocok untuk Menu Buka Puasa Bersama Keluarga
- Tinggi serat
Kurma diketahui memiliki kandungan serat yang baik. Sedangkan mendapatkan cukup serat penting untuk kesehatan tubuh.
Serat dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dengan mencegah sembelit.
Ini mendorong buang air besar secara teratur dengan berkontribusi pada pembentukan tinja.
Selain itu, serat dalam kurma juga bermanfaat untuk mengontrol gula darah.
Dengan kandungan serat dalam kurma, dapat memperlambat pencernaan guna membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan.
- Dapat meningkatkan kesehatan otak
Makan kurma dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
Kandungan dalam kurma dikaitkan dengan risiko lebih tinggi penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Selain itu, penelitian lain termasuk penelitian pada hewan menunjukkan kurma bermanfaat dalam mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak.
Padahal ketika plak menumpuk di otak, hal tersebut dapat mengganggu komunikasi antar sel otak.
Hal itu pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.
Tidak hanya itu, kurma juga berpotensi meningkatkan fungsi otak dengan kandungan antioksidan yang diketahui dapat mengurangi peradangan. (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin