Langkah pertama, tim medis akan mengoleskan gel pada permukaan kulit di area tubuh yang diperiksa. Lalu transduser akan digerakkan di atas permukaan kulit tersebut. Alat ini melakukan pengiriman gelombang suara yang akan memantul jika bertemu dengan objek bergerak, tidak terkecuali sel darah.
Kondisi ini bisa membantu memantau pergerakan sel darah ketika terjadi perubahan frekuensi pantul gelombang suara, yang dikenal efek Doppler. Selain itu, untuk menilai kondisi pembuluh darah juga harus dilakukan tekanan, tindakan mengedan oleh pasien dan perubahan posisi. Karena itu, proses pemeriksaan USG Doppler membutuhkan waktu sekitar 15-45 menit, bergantung dengan tingkat kesulitan dan keadaan tubuh pasien. Setelah prosedur selesai dilakukan, Anda dapat beraktivitas kembali seperti semula.
Direktur RSUD Blambangan, dr. H Widji Lestariono MMKes menambahkan, USG Doppler dapat dijadikan alternatif pemeriksaan pada pembuluh darah. Prosedurnya terasa nyaman, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin dalam rahim. Sehingga pasien tidak perlu cemas melakukan pemeriksaan menggunakan teknik ini. (*/bay)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha