Talk show ini dimulai pukul 10.00. Ada dua narasumber yang mumpuni di bidangnya dalam kegiatan rangkaian Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2022 ini. Mereka tergabung dalam Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), yakni Ar. Livia Sukma IAI dan Ar. Fafan Tri Afandy IAI.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, talk show tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tentu saja, agar masyarakat mengetahui tentang tata ruang dan arsitek. ”Kegiatan ini tentang tata ruang dan arsitek, selain itu juga ada teman-teman perumahan yang menggelar pameran,” katanya.
Beberapa topik penting disajikan dalam talkshow yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa di Banyuwangi itu. Salah satu materi yang penting yakni pemahaman tentang profesi Arsitektur.
Fafan mengatakan, profesi arsitektur tidak hanya sekadar profesi yang membuat desain bangunan estetik. Tetapi sebenarnya lebih dari itu. Sehingga dalam acara tersebut, Fafan menegaskan definisi dan pemahaman lain dari seorang arsitek. ”Memang output kami adalah desain bangunan. Namun, kami juga memperhatikan aspek kenyamanan, kesehatan, dan ketahanan,” ujar lelaki asal Surabaya itu.
Fafan mengaku senang dengan adanya kegiatan talkshow di Banyuwangi. Kegiatan seperti itu, kata dia, jarang diadakan di tingkat kabupaten. ”Biasanya itu adanya tingkat nasional, tapi ini kabupaten (sudah menggelarnya),” ungkapnya.
Dia berharap, pelaksanaan talkshow tersebut dapat sustain. Mengingat pemahaman tentang tata ruang dan arsitek penting bagi masyarakat. ”Semoga acara ini bisa diadakan tiap tahun, karena potensi di Banyuwangi khususnya bangunannya masih asri, belum terjamah. Seperti bangunan adat di Desa Kemiren,” pungkasnya. (cw4/bay) Editor : Rahman Bayu Saksono