
RADAR BANYUWANGI - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat menjadi prioritas strategis untuk memperkuat distribusi logistik daerah.
Proyek ini diharapkan mampu menekan biaya angkut hasil pertanian dan pertambangan melalui moda kereta api, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Jalur kereta api yang diaktifkan diharapkan bisa membawa dampak ke logistik juga, membawa hasil pertanian dan pertambangan dengan kereta api," ujar Dony saat pencanangan reaktivasi di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (27/10).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendorong agar jangkauan reaktivasi diperluas hingga ke Sijunjung.
Langkah ini dinilai krusial agar truk pengangkut batu bara dan CPO dapat beralih ke kereta api sehingga mengurangi beban kerusakan jalan raya menuju Pelabuhan Teluk Bayur.
Saat ini, tahapan reaktivasi mencakup rute Kayu Tanam hingga Sawahlunto pada fase pertama.
Sementara itu, fase kedua akan menyasar rute Padang Panjang menuju Bukittinggi, Payakumbuh, hingga perbatasan Riau sebagai bentuk pemerataan layanan transportasi di luar Pulau Jawa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





