
RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta bergerak cepat memperkuat keandalan prasarana rel serta jembatan.
Langkah percepatan ini dilakukan demi mengantisipasi tantangan musim hujan sekaligus menyambut masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa perawatan dan peningkatan konstruksi ini dirancang matang demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api di wilayahnya.
"Persiapan prasarana jalan rel dan jembatan kami lakukan secara terencana melalui perawatan, penggantian komponen yang membutuhkan penanganan, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik. Upaya ini ditujukan untuk menjaga keandalan prasarana sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung selamat, aman, dan lancar," kata Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Senin (26/10).
Feni menjelaskan ragam pekerjaan teknis yang tengah dikebut, mulai dari penambahan batu balas kricak, peremajaan bantalan rel, hingga penggantian wesel dan rel.
Perbaikan elevasi serta penguatan konstruksi jembatan juga terus dimaksimalkan di berbagai titik Daop 6.
Dalam rincian proyek, KAI Daop 6 menargetkan penambahan batu balas kricak ukuran 2 hingga 6 cm sebanyak 16.800 meter kubik.
Hingga kini, realisasinya telah menyentuh 13.800 meter kubik atau setara 82,14 persen.
Upaya pembaruan bantalan rel juga menunjukkan progres signifikan.
Dari target 2.500 batang bantalan beton baru untuk menggantikan bantalan lama, sebanyak 2.220 batang atau 88,8 persen sudah terpasang rapi di jalur lintasan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





