Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Menguat ke Rp17.511, IHSG dan Emas Antam Justru Melemah

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada perdagangan 9 September 2026. Rupiah menguat, sementara IHSG dan harga emas Antam mengalami koreksi. (ChatGPT)
Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada perdagangan 9 September 2026. Rupiah menguat, sementara IHSG dan harga emas Antam mengalami koreksi. (ChatGPT)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI – Pasar keuangan Indonesia bergerak dalam arah berbeda pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Rupiah menguat cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis dan harga emas Antam turun Rp17.000 per gram.

Rupiah ditutup pada level Rp17.511 per dolar AS, menguat 0,69 persen atau 121 poin dari perdagangan sebelumnya. Pada saat yang sama, IHSG berakhir di level 6.678,20, turun 8,24 poin atau 0,12 persen.

Harga emas Antam ukuran 1 gram juga mengalami penurunan. Harga jualnya berada di Rp2.610.000 per gram, turun dari Rp2.627.000 pada perdagangan Selasa. Harga buyback turut turun Rp20.000 menjadi Rp2.460.000 per gram.

Advertisement

Pergerakan yang berbeda tersebut menunjukkan bagaimana tekanan dari pasar global tidak serta-merta memberikan dampak yang sama terhadap setiap instrumen keuangan.

Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Global

Penguatan Rupiah terjadi ketika pasar global justru menghadapi peningkatan ketidakpastian. Harga minyak mentah Brent mendekati USD 100 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Advertisement

Dalam kondisi tersebut, Rupiah mendapat dukungan dari faktor domestik. Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 tercatat mencapai USD 146,5 miliar, meningkat dari USD 145,3 miliar pada Juli.

Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2026 juga berada di level 118,5. Dalam analisis yang menjadi dasar artikel ini, kondisi tersebut dipandang sebagai salah satu indikator yang menunjukkan masih kuatnya kepercayaan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) turut menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Namun, penguatan Rupiah tetap menghadapi risiko. Indonesia merupakan net oil importer sehingga kenaikan harga minyak yang bertahan lama berpotensi meningkatkan nilai impor migas, menekan surplus perdagangan, dan menambah beban subsidi energi.

IHSG Terkoreksi Setelah Sempat Menguat

Berbeda dengan Rupiah, IHSG mengakhiri perdagangan di zona merah. Indeks sempat dibuka pada level 6.700,84 dan mencapai titik tertinggi harian 6.707.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Uji 6.750 Hari Ini, Rupiah dan Harga Emas Jadi Perhatian

IHSG Berpeluang Uji 6.750 Hari Ini, Rupiah dan Harga Emas Jadi Perhatian

IHSG berpeluang uji 6.750 pada 9 September 2026. Rupiah bergerak fluktuatif, sementara emas Antam diprediksi Rp2,62–Rp2,64 juta per gram di tengah tekanan global.

IHSG Menguat 1,01 Persen ke 6.686, Rupiah Stabil, Emas Antam Turun

IHSG Menguat 1,01 Persen ke 6.686, Rupiah Stabil, Emas Antam Turun

IHSG menguat 1,01 persen ke 6.686,44 pada 8 September 2026. Rupiah stabil di Rp17.619 per dolar AS, sementara emas Antam turun menjadi Rp2,627 juta per gram di tengah sentimen pasar global.

IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Rupiah Bisa Sentuh Rp17.700 dan Emas Antam Disorot

IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Rupiah Bisa Sentuh Rp17.700 dan Emas Antam Disorot

IHSG diprediksi melemah pada Selasa, 8 September 2026. Rupiah berpotensi bergerak hingga Rp17.700 per dolar AS, sementara emas Antam diperkirakan terkoreksi terbatas. Simak faktor global yang memengaruhi pasar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer