IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Rupiah Bisa Sentuh Rp17.700 dan Emas Antam Disorot


RADAR BANYUWANGI – Pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, sementara rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS. Di sisi lain, harga emas Antam diproyeksikan terkoreksi terbatas, tetapi masih berpeluang bertahan di atas Rp2,6 juta per gram.
Pergerakan tersebut menjadi perhatian bagi investor ritel, termasuk masyarakat Banyuwangi yang mengikuti perkembangan saham, valuta asing, maupun emas sebagai instrumen investasi. Sentimen pasar hari ini masih banyak dipengaruhi faktor dari luar negeri, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS, dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
IHSG masih berisiko terkoreksi
IHSG pada perdagangan Senin, 7 September 2026, ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619,6. Koreksi tersebut melanjutkan tekanan di pasar saham domestik dan membuat indeks masih rentan menghadapi perdagangan yang bergejolak.
Secara teknikal, sejumlah indikator menunjukkan momentum penguatan IHSG belum kembali solid. Stochastic RSI telah membentuk Death Cross, sedangkan histogram positif pada MACD mulai menyempit. Posisi IHSG yang berada di bawah MA5 juga memperlihatkan tekanan korektif dalam jangka pendek.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area support 6.550–6.600. Sementara itu, MNC Sekuritas menempatkan area koreksi terdekat pada 6.578–6.598, dengan support berikutnya di 6.561 dan 6.476. Resistance terdekat berada di level 6.705 dan 6.755.
Tekanan juga datang dari pasar saham global. Pada perdagangan sebelumnya, Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 0,38 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,29 persen. Kenaikan harga minyak mentah akibat meningkatnya risiko geopolitik turut menambah kekhawatiran mengenai biaya operasional perusahaan dan inflasi.
Meski indeks secara umum menghadapi tekanan, MNC Sekuritas mencermati empat saham untuk aktivitas perdagangan harian, yakni PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Rupiah menghadapi tekanan dolar AS
Di pasar valuta asing, rupiah pada Senin menguat tipis 0,01 persen ke level Rp17.640 per dolar AS. Namun, ruang penguatan mata uang Garuda pada Selasa diperkirakan terbatas.
Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.640–Rp17.680 per dolar AS. Sementara Lukman Leong dari Doo Financial Futures memperkirakan rentang yang lebih lebar, yakni Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS.
Salah satu perhatian pasar adalah data inflasi Amerika Serikat, khususnya CPI dan PPI. Data inflasi yang masih tinggi dapat memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga pada pertemuan September 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




