IHSG, Rupiah, dan Emas Hari Ini 3 September 2026: Pasar Dibayangi Konflik AS-Iran


RADAR BANYUWANGI - Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada Kamis (3/9), diperkirakan masih berlangsung fluktuatif. IHSG berpotensi bergerak sideways, Rupiah menghadapi tekanan penguatan dolar AS, sedangkan harga emas Antam diproyeksikan bergerak terbatas setelah turun Rp40.000 per gram pada perdagangan sebelumnya.
Tekanan pasar terutama datang dari meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi global turut memperkuat kekhawatiran investor terhadap inflasi serta kemungkinan bertahannya kebijakan moneter ketat di negara-negara utama.
Di sisi domestik, kondisi ekonomi Indonesia masih memberikan sejumlah penyangga. Inflasi Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam sasaran Bank Indonesia, sementara BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen.
Bagi masyarakat Banyuwangi yang mengikuti perkembangan investasi atau memiliki kepentingan terhadap harga emas dan nilai tukar, perubahan ketiga instrumen tersebut menjadi salah satu indikator yang patut dicermati. Namun, proyeksi pasar tetap perlu dibaca sebagai perkiraan karena pergerakan aset dapat berubah mengikuti sentimen terbaru.
IHSG Berpotensi Bergerak Sideways
IHSG menutup perdagangan Rabu (2/9), di level 6.595,78. Indeks turun 0,06 persen atau 4,17 poin setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 6.629.
Pelemahan terutama dipengaruhi aksi jual pada sejumlah saham komoditas logam dan energi, termasuk ADRO, INCO, dan ADMR. Tekanan tersebut sebagian tertahan oleh penguatan saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI.
Dari sisi teknikal, struktur IHSG masih relatif bertahan di atas Moving Average 5 hari atau MA5. Histogram MACD juga masih berada di area positif. Meski demikian, peningkatan volume jual pada akhir perdagangan menjadi sinyal bahwa tekanan distribusi masih perlu diperhatikan.
Untuk perdagangan Kamis, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support harian 6.578 dan resistance 6.604. Jika menggunakan rentang yang lebih luas, indeks diperkirakan berada di antara 6.550 dan 6.650.
Level 6.550 menjadi salah satu area penting. Apabila tekanan jual membuat IHSG menembus level tersebut, indeks berisiko melanjutkan penurunan menuju 6.500 dan area support lebih dalam di 6.243. Sebaliknya, kemampuan indeks bertahan di atas area konsolidasi 6.537-6.551 dapat membuka peluang pemulihan menuju target teknikal jangka menengah 6.822.
Rupiah Masih Menghadapi Tekanan Dolar AS
Tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Rupiah ditutup melemah 0,11 persen pada perdagangan Rabu dan berada di sekitar Rp17.763 per dolar AS. Pelemahan tersebut berlangsung ketika mayoritas mata uang Asia ikut tertekan oleh penguatan dolar AS yang dipicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




