
RADAR BANYUWANGI - IHSG menguat mendekati level 6.600, sementara harga emas Antam justru turun pada perdagangan Rabu (2/9). Di tengah rupiah yang masih berada di atas Rp17.700 per dolar AS, pasar keuangan Indonesia bergerak dalam tiga arah berbeda.
Pergerakan tersebut berlangsung ketika pasar global masih dibayangi ketidakpastian. Harga minyak mentah Brent telah menembus US$90 per barel, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik ke 4,79 persen. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar rupiah, hingga harga emas.
Di dalam negeri, inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan. Inflasi inti juga meningkat menjadi 2,96 persen. Sementara itu, aktivitas manufaktur kembali masuk zona kontraksi dengan PMI sebesar 49,8. Meski demikian, neraca perdagangan Indonesia pada Juli masih mencatat surplus US$0,13 miliar.
Angka penting pasar pada 2 September 2026
- IHSG: 6.599,94
- Rupiah spot: Rp17.744 per dolar AS
- JISDOR: Rp17.727 per dolar AS
- Emas spot: US$4.328,36 per troy ounce
- Emas Antam 1 gram: Rp2.664.000
- Yield US Treasury 10 tahun: 4,79 persen
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan pasar saham belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar keuangan secara keseluruhan. Investor masih menghadapi tekanan dari pasar valuta asing dan koreksi harga emas.
IHSG mendekati level 6.600
IHSG menutup perdagangan Selasa (1/9), di level 6.599,94. Indeks menguat 74,46 poin atau 1,14 persen setelah sempat menyentuh level 6.608.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG telah menguat 1,51 persen. Namun, jika dihitung sejak awal tahun, indeks masih berada dalam posisi terkoreksi 23,67 persen.
Untuk perdagangan Rabu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Area 6.500 menjadi support, 6.600 sebagai pivot, sedangkan 6.635 hingga 6.700 menjadi area resistance penting.
Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.705. Namun, jika level tersebut belum berhasil dilewati, indeks diperkirakan masih bergerak dalam rentang 6.535–6.635.
“Konsolidasi dengan bias menguat” menjadi gambaran Phintraco Sekuritas terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu.
MNC Sekuritas juga melihat peluang IHSG menguji area 6.615–6.666 dengan resistance kuat di 6.705. Sementara Mirae Asset Sekuritas menilai tren kenaikan masih didukung indikator moving average dan membuka peluang pembentukan level tertinggi baru.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





