IHSG Hari Ini: Ada Peluang Menguat, tapi Net Sell Asing Wajib Diwaspadai


RADAR BANYUWANGI – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan perdagangan dengan peluang kembali melanjutkan penguatan. Setelah menguat signifikan pada perdagangan terakhir sebelum libur Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, indeks kini berhadapan dengan level resistance penting di kisaran 6.450.
Pada perdagangan Jumat (14/8), IHSG ditutup di level 6.401,89 atau menguat 1,59 persen. Penguatan tersebut menjadi modal awal bagi pasar untuk melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (18/8). Sejumlah analis memperkirakan indeks memiliki peluang bergerak menuju area 6.450 hingga 6.480.
Phintraco Sekuritas menilai momentum tersebut masih ditopang sejumlah indikator teknikal. Stochastic RSI membentuk golden cross di area pivot, sedangkan histogram positif MACD menunjukkan pelebaran.
“Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan akan menguji level 6.450-6.480,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (18/8).
Level 6.450 menjadi perhatian utama karena keberhasilan melewati titik tersebut dapat memperkuat konfirmasi tren kenaikan. Sebaliknya, jika indeks gagal mempertahankan momentum, tekanan jual berpotensi kembali muncul.
MNC Sekuritas juga melihat ruang penguatan masih terbuka. Dalam skenario terbaik, IHSG diproyeksikan menuju rentang 6.440–6.544. Namun, skenario koreksi tetap perlu diantisipasi apabila pola teknikal justru mengarah pada pembentukan gelombang korektif.
Dari sudut pandang yang lebih pendek, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas mematok support IHSG di 6.324 dan resistance di 6.425.
“Untuk Selasa posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.324 dan resist 6.425,” ujar Herditya.
Di balik sinyal teknikal tersebut, pasar juga memperoleh dorongan dari sentimen domestik. Pernyataan pemerintah mengenai kinerja ekonomi semester I 2026 menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat memperbaiki persepsi investor terhadap prospek perekonomian nasional.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut mencapai 5,45 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan hingga 6 persen pada akhir tahun. Di sisi lain, realisasi investasi semester I disebut telah mencapai Rp 1.010 triliun dan turut dibarengi pembukaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




