
RADAR BANYUWANGI - Korek api merupakan salah satu penemuan yang mengubah peradaban manusia dalam mengelola sumber api. Benda kecil ini kini menjadi alat praktis untuk kebutuhan sehari-hari, namun riwayat penciptaannya melalui proses panjang yang melibatkan eksperimen kimia serta inovasi teknologi.
Sejarah korek api modern berawal dari ketidaksengajaan seorang apoteker asal Inggris bernama John Walker pada tahun 1826. Saat mengaduk bahan kimia dengan batang kayu, ia menyadari sisa bahan kimia yang mengering di ujung kayu tersebut memicu api ketika tergesek.
"Pada tahun 1826, seorang apoteker asal Inggris bernama John Walker sedang mengaduk bahan-bahan kimia menggunakan sebatang kayu. Sisa bahan kimia tersebut mengering di ujung kayu itu. Saat ia mencoba menggosoknya untuk dibersihkan, tiba-tiba muncul api," ungkap sumber dari YouTube Dafiology.
Temuan itu dikenal sebagai friction match yang menggunakan campuran antimon sulfida dan kalium klorat. Meskipun revolusioner, korek api awal ini memiliki kelemahan karena percikannya yang tidak terkendali dan berisiko membahayakan pengguna saat dinyalakan.
Sebelum era Walker, masyarakat Tiongkok kuno pada tahun 577 Masehi sebenarnya telah mengenal bentuk alat penyulut api sederhana. Mereka menggunakan potongan kayu pinus yang dilapisi belerang sebagai media pembawa api, meski belum mampu menghasilkan percikan secara mandiri.
"Masyarakat Tiongkok kuno dulu memiliki cara untuk menyimpan api, caranya mereka mengikis kristal garam dari dinding bata, mengumpulkan batang ubi jalar, lalu merendam batang di dalam air selama 3 hari," catat keterangan dalam YouTube Lumi Farm terkait teknik kuno tersebut.
Perkembangan keamanan korek api mencapai puncaknya pada tahun 1844 melalui inovasi ilmuwan Swedia, Gustaf Erik Pasch. Ia memperkenalkan konsep pemisahan bahan kimia antara kepala korek dan permukaan gesek pada kotak, yang kemudian disempurnakan menjadi korek api pengaman.
Memasuki abad ke-20, teknologi pemantik berkembang pesat ke arah korek api gas. Penemuan paduan logam ferrocerium oleh Carl Auer von Welsbach pada tahun 1903 menjadi basis penting dalam mekanisme pemantik modern yang kita kenal saat ini.
Kini, penggunaan butana sejak tahun 1950-an mendominasi pasar korek api praktis. Alat ini bekerja melalui mekanisme roda pemantik yang memicu percikan api, kemudian membakar campuran gas dan udara secara efisien untuk kebutuhan masyarakat modern.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




