Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Maladaptive Daydreaming? Fenomena Melamun yang Candu

C
Ilustrasi maladaptive daydreaming: Kondisi melamun kompleks yang sering kali mengganggu aktivitas harian seseorang. (Ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi maladaptive daydreaming: Kondisi melamun kompleks yang sering kali mengganggu aktivitas harian seseorang. (Ilustrasi Gemini AI)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Melamun merupakan aktivitas normal, namun kondisi maladaptive daydreaming kini menjadi sorotan karena intensitasnya yang mampu mengganggu kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan lamunan biasa, fenomena yang pertama kali diteliti Profesor Eli Somer pada 2002 ini melibatkan skenario khayalan kompleks yang dipelihara selama bertahun-tahun layaknya alur film.

Penderita sering kali melakukan gerakan fisik berulang atau mondar-mandir saat melamun untuk menciptakan dunia di mana mereka memegang kendali penuh.

Advertisement

Respons otak yang melepaskan dopamin saat skenario tersebut berputar menjadi alasan utama mengapa aktivitas ini terasa begitu candu bagi banyak individu.

Kondisi ini sering kali menjadi mekanisme pertahanan diri untuk melarikan diri dari realitas yang menekan, namun dampaknya bisa memicu prokrastinasi kronis dan isolasi sosial.

Para ahli menyarankan teknik grounding, seperti menyentuh benda nyata atau menyalurkan imajinasi ke dalam tulisan, sebagai langkah awal untuk memutus pola adiktif tersebut.

Advertisement

Jika dampak lamunan sudah merusak kualitas hidup, mencari bantuan profesional seperti psikolog melalui pendekatan kognitif-perilaku sangat dianjurkan.

Hidup yang sesungguhnya menuntut kita untuk hadir sepenuhnya di dunia nyata demi pertumbuhan diri yang berkelanjutan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Cuma Bikin Bugar, Ini 7 Rahasia Psikologis Orang yang Gemar Berenang

Bukan Cuma Bikin Bugar, Ini 7 Rahasia Psikologis Orang yang Gemar Berenang

Berenang bukan sekadar olahraga fisik. Kebiasaan ini berkaitan dengan kesehatan mental, pengendalian emosi, konsentrasi, dan fungsi otak.

Mengapa Kita Menangis Saat Membaca? Ini Ikatan Emosi di Otak

Mengapa Kita Menangis Saat Membaca? Ini Ikatan Emosi di Otak

Mengapa membaca novel bisa menguras emosi? Simak penjelasan neurosains mengenai kerja saraf cermin dan transportasi mental saat membaca fiksi.

Overthinking hingga Sulit Tidur? RSUD Genteng Ajak Warga Konsultasi

Overthinking hingga Sulit Tidur? RSUD Genteng Ajak Warga Konsultasi

RSUD Genteng mengajak mengenali overthinking dan kecemasan serta berkonsultasi dengan psikolog untuk menjaga kesehatan mental saat keluhan menetap ya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer