Pengurus Situs Ananta Boga, Supeno, 51, mengungkapkan, lokasi wisata religi yang biasa sepi, kemarin (18/7) mulai mengalami peningkatan pengunjung. “Mulai banyak orang yang datang, peningkatannya sekitar 50 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya.
Pria paro baya asal Dusun Selorejo, Desa Kaligono, Kecamatan Genteng, itu menyebut banyak pengunjung yang sengaja datang untuk tirakatan di malam 1 Suro. “Biasanya kalau di sini sampai dua malam (tirakatan), nanti malam dan besok malam (Rabu malam),” ucapnya.
Menurut Supeno, Situs Ananta Boga ini menjadi salah satu lokasi alternatif melakukan tirakatan selain di Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. “Ini yang datang juga jauh-jauh, banyak dari luar daerah,” katanya seraya menyebut orang yang datang ada juga yang dari Sumatera.
Para pengunjung yang datang dari luar daerah itu, masih kata Supeno, akan menginap di lokasi Situs Ananta Boga hingga beberapa malam, hingga akhirnya pulang ke daerah asalnya. “Biasanya menginap di warung-warung milik warga (di luar situs), atau di pondok tempat beristirahat di dalam situs ini,” ujarnya.
Peningkatan jumlah pengunjung itu, turut dirasakan manfaatnya oleh para pemilik warung di sekitar Situs Ananta Boga. Salah satu pemilik warung, Suprihatin, 42, asal Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, mengungkapkan pendapatannya meningkat pesat. “Ramaianya justru sejak (upacara) feodalan awal Juli kemarin. Sejak itu ramai, apalagi ditambah Suro ini,” paparnya.
Menurut Suprihatin, bila hari biasa hanya mendapat sekitar Rp 70 sampai Rp 100 ribu, saat ini bisa membawa pulang Rp 400 ribu samai Rp 700 ribu. “Alhamdulillah, harus disyukuri kalau ramai begini,” tandasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi