RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 17 perjalanan KRL Commuter Line pada koridor Bogor Line dibatalkan setiap hari mulai 7 hingga 30 September 2026. Penyesuaian ini dilakukan ketika tujuh rangkaian KRL seri iE305 menjalani pemeriksaan teknis dan perawatan intensif.
Bagi penumpang, perubahan tersebut berarti interval kedatangan kereta pada jam sibuk pagi dapat menjadi lebih panjang. Waktu tunggu di peron juga diperkirakan meningkat, sementara kepadatan pada sejumlah stasiun keberangkatan berpotensi bertambah.
KAI Commuter sebelumnya mengoperasikan 1.065 perjalanan KRL Jabodetabek per hari. Selama masa penyesuaian, jumlahnya menjadi 1.048 perjalanan per hari. Seluruh pengurangan 17 perjalanan tersebut terkonsentrasi pada Bogor Line, yang melayani relasi Bogor dan Depok menuju Jakarta Kota atau Manggarai serta arah sebaliknya.
Mengapa 17 perjalanan KRL dibatalkan?
Penyesuaian operasional dilakukan setelah tujuh rangkaian KRL seri iE305 atau EA-207 CLI/CLI 225 ditarik dari lintasan. Armada produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA tersebut menjalani pemeriksaan teknis komprehensif dan pemeliharaan intensif bersama tim teknis INKA dan KAI Commuter.
Langkah tersebut dilakukan setelah rangkaian KRL CLI 225-4001 mengalami dua kejadian anjlok pada 4 September 2026. Insiden pertama terjadi di Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari, sedangkan kejadian kedua berlangsung ketika rangkaian tersebut ditarik menuju Balai Yasa Manggarai pada siang hari.
Pemeriksaan mencakup sistem bogie, sistem propulsi penggerak, dan komponen keselamatan kritis lainnya. Proses general check-up dijadwalkan berlangsung selama 24 hari kalender.
Jadwal KRL yang dibatalkan
Sebanyak 12 perjalanan pada pagi hari memiliki nomor perjalanan, relasi, dan waktu keberangkatan yang telah ditetapkan. Berikut daftar perjalanan tersebut:
| KA | Relasi | Keberangkatan |
| KA 1157 | Bogor–Jakarta Kota | 04.03 WIB |
| KA 1007 | Bogor–Manggarai | 05.36 WIB |
| KA 1195F | Cilebut–Jakarta Kota | 06.22 WIB |
| KA 1013A | Bogor–Manggarai | 07.16 WIB |
| KA 1231 | Bogor–Jakarta Kota | 08.13 WIB |
| KA 1118 | Depok–Bogor | 04.56 WIB |
| KA 1124F | Depok–Bogor | 05.33 WIB |
| KA 1154 | Jakarta Kota–Bogor | 05.36 WIB |
| KA 1008 | Manggarai–Bogor | 06.56 WIB |
| KA 1192F | Jakarta Kota–Depok | 07.48 WIB |
| KA 1014 | Manggarai–Bogor | 08.37 WIB |
| KA 1228 | Jakarta Kota–Depok | 09.48 WIB |
Daftar tersebut merupakan 12 perjalanan yang tercantum dalam matriks perjalanan KRL Bogor Line yang dibatalkan selama masa penyesuaian. Lima perjalanan lainnya pada sore hingga malam hari ditangani melalui rekayasa rotasi armada. Polanya mencakup perjalanan Manggarai–Bogor dan Bogor–Jakarta Kota/Manggarai pada periode puncak sore.
Dampak yang perlu diantisipasi penumpang
Pengurangan perjalanan paling terasa pada jam sibuk. Dalam kondisi sebelum penyesuaian, interval kedatangan KRL pada pagi hari berada di kisaran 3–5 menit. Selama 7–30 September, interval tersebut diperkirakan melebar menjadi 7–12 menit.
Kondisi ini juga berpengaruh terhadap waktu tunggu penumpang. Dari sebelumnya sekitar 5–10 menit, waktu tunggu di peron diperkirakan menjadi 15–25 menit.
Perpindahan penumpang ke perjalanan sebelum atau sesudah jadwal yang dibatalkan juga berpotensi meningkatkan kepadatan. Tingkat okupansi dapat meningkat dari kisaran 120–150 persen pada kondisi normal menjadi lebih dari 180 persen.
Stasiun Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, dan Depok disebut berpotensi mengalami penumpukan penumpang. Kepadatan tersebut dapat memperpanjang waktu naik-turun penumpang dan berpotensi menimbulkan keterlambatan berantai pada perjalanan berikutnya.
Stasiun Manggarai juga berpotensi mengalami kepadatan karena menjadi titik transit bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan menuju koridor Sudirman, Tanah Abang, atau Kampung Bandan.
Apa yang bisa dilakukan penumpang?
KAI Commuter tidak menyediakan layanan bus pengganti untuk menggantikan perjalanan KRL yang dikurangi. Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi perjalanan KRL yang masih beroperasi dan penataan pola operasi internal.
Penumpang dari Depok dan sekitarnya masih dapat memanfaatkan sejumlah perjalanan awal menuju Jakarta Kota. Keberangkatan pada pukul 04.05, 04.10, 04.20, dan 05.00 WIB dipertahankan untuk membantu mengurai penumpukan penumpang.
Lintas Citayam–Nambo juga tetap beroperasi normal tanpa pemangkasan frekuensi sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat di wilayah Bogor bagian timur.
Pengguna KRL disarankan memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal sekitar 15–30 menit. Informasi mengenai posisi kereta dan kondisi kepadatan dapat dipantau melalui aplikasi C-Access, pengumuman di stasiun, serta pembaruan media sosial resmi operator.
Kapan perjalanan KRL kembali normal?
Penyesuaian berlaku setiap hari, termasuk hari kerja maupun akhir pekan, sepanjang 7–30 September 2026. Pemulihan seluruh perjalanan diproyeksikan mulai 1 Oktober 2026 setelah proses perawatan dan sertifikasi kelayakan armada selesai.
Dengan demikian, selama masa perawatan, penumpang Bogor Line perlu memperhitungkan kemungkinan waktu tunggu yang lebih panjang dan kepadatan lebih tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Kebijakan tersebut merupakan penyesuaian sementara yang dilakukan dalam rangka pemeriksaan dan perawatan armada. Setelah seluruh proses dinyatakan selesai dan armada memenuhi evaluasi kelayakan, operasional ditargetkan kembali ke pola sebelumnya mulai 1 Oktober 2026.
Editor : Lugas Rumpakaadi