RADAR BANYUWANGI - Kereta api semakin menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat Indonesia. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama seluruh KAI Group tercatat telah digunakan 351.602.397 pelanggan. Jumlah itu meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 328.311.868 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Kereta api tidak hanya digunakan untuk perjalanan antarkota, tetapi juga menopang aktivitas rutin masyarakat perkotaan, perjalanan menuju pusat pendidikan dan pekerjaan, konektivitas kawasan strategis, hingga kebutuhan wisata.
Dari total pelanggan KAI Group tersebut, sekitar 317,7 juta orang atau 90,29 persen menggunakan layanan publik yang memperoleh dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan layanan perintis. Sementara layanan komersial melayani sekitar 34,2 juta pelanggan atau 9,71 persen.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar perjalanan dengan layanan KAI Group berlangsung melalui moda transportasi yang mendapat dukungan pemerintah. Artinya, kereta api memiliki fungsi yang tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga dengan penyediaan akses perjalanan yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses masyarakat.
“Kereta api menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dengan berbagai kebutuhan. KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan transportasi berbasis rel untuk berbagai aktivitas,” ujar Anne, Sabtu (5/9).
Commuter Line masih menjadi layanan dengan pelanggan terbanyak
Dari seluruh layanan KAI Group, Commuter Line menjadi kontributor terbesar. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan tersebut mencatat 277.272.682 pelanggan.
Commuter Line melayani mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah perkotaan melalui KRL Jabodetabek, Commuter Line Merak, Bandung Raya, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Besarnya jumlah pelanggan pada layanan ini menunjukkan bahwa perjalanan rutin menjadi salah satu kebutuhan utama yang ditopang oleh transportasi rel. Bagi masyarakat perkotaan, keberadaan kereta komuter memberikan alternatif perjalanan untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.
Sementara itu, layanan kereta api antarkota dan lokal mencatat 40.379.062 pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 8,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 37.152.345 pelanggan.
Kenaikan juga terjadi pada LRT Jabodebek. Layanan tersebut mencatat 21.809.797 pelanggan, tumbuh 19,05 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025 yang mencapai 18.320.610 pelanggan.
KAI Bandara turut melayani 4.647.947 pelanggan. Layanan ini berperan menghubungkan perjalanan masyarakat dengan kawasan strategis, termasuk akses menuju bandar udara.
Perjalanan wisata ikut mengalami pertumbuhan
Pertumbuhan penggunaan kereta api tidak hanya terlihat pada perjalanan rutin dan antarkota. Layanan dengan karakter perjalanan wisata juga mencatat perkembangan.
KA Makassar-Parepare melayani 231.764 pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sementara KAI Wisata mencatat 216.980 pelanggan, meningkat 49,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 145.537 pelanggan.
Kenaikan pelanggan KAI Wisata menunjukkan bahwa kereta api juga memiliki ruang untuk mendukung perjalanan untuk kebutuhan rekreasi. Bagi daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, konektivitas transportasi menjadi salah satu unsur penting dalam memudahkan pergerakan wisatawan.
Kepuasan pelanggan mencapai skor tertinggi sejak 2020
Pertumbuhan jumlah pelanggan berlangsung bersamaan dengan peningkatan penilaian terhadap pengalaman perjalanan. Berdasarkan Customer Satisfaction Index (CSI) Semester I 2026, KAI mencatat skor 4,53 dari skala 5.
Nilai tersebut menjadi capaian tertinggi KAI sejak 2020. Angka itu menjadi salah satu indikator bahwa peningkatan jumlah pengguna juga diikuti oleh perhatian terhadap kualitas layanan yang diterima pelanggan.
Pertumbuhan jumlah pelanggan dan tingkat kepuasan tersebut menjadi dua perkembangan penting bagi transportasi berbasis rel. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta berarti semakin besar pula tuntutan terhadap aspek keamanan, kenyamanan, ketepatan layanan, serta kemudahan akses.
Anne mengatakan KAI akan melanjutkan pengembangan layanan agar kereta api semakin mudah dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
“KAI hadir bersama masyarakat melalui berbagai layanan yang mendukung aktivitas sehari-hari hingga perjalanan menuju berbagai tujuan. Dengan layanan yang semakin berkembang, KAI terus berupaya menghadirkan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Anne.
Dengan jumlah pelanggan yang telah menembus 351,6 juta orang dalam delapan bulan pertama 2026, kereta api menunjukkan perannya sebagai salah satu moda transportasi penting di Indonesia. Pertumbuhan tersebut juga memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi massal tidak hanya berada di kawasan perkotaan, tetapi mencakup perjalanan antarkota, konektivitas menuju kawasan strategis, hingga perjalanan wisata.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara