KCIC Layani 24 Ribu Penumpang Prioritas Whoosh, Layanan Inklusif Terus Diperkuat

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:43 WIB
Petugas KCIC memberikan pendampingan kepada penumpang prioritas di stasiun Whoosh. Hingga Agustus 2026, sekitar 9 ribu penumpang prioritas telah dilayani sepanjang tahun berjalan. (KCIC)
Petugas KCIC memberikan pendampingan kepada penumpang prioritas di stasiun Whoosh. Hingga Agustus 2026, sekitar 9 ribu penumpang prioritas telah dilayani sepanjang tahun berjalan. (KCIC)

RADAR BANYUWANGI - Layanan kereta cepat Whoosh terus dikembangkan agar dapat diakses secara nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 9 ribu penumpang prioritas telah menggunakan layanan Whoosh sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Jika dihitung secara kumulatif sejak 2025, jumlah penumpang prioritas yang telah mendapatkan pelayanan KCIC mencapai sekitar 24 ribu orang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, penumpang prioritas atau key passenger merupakan pengguna jasa yang membutuhkan perhatian maupun bantuan khusus selama perjalanan.

Kelompok tersebut mencakup lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta penumpang dengan kondisi tertentu.

Menurut Eva, pelayanan bagi penumpang prioritas diberikan secara menyeluruh sejak mereka berada di stasiun keberangkatan hingga tiba di stasiun tujuan.

“Whoosh merupakan layanan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian khusus, KCIC menghadirkan layanan secara end-to-end, mulai dari pendampingan di stasiun keberangkatan, menuju gate dan peron, proses naik ke kereta, pendampingan selama perjalanan, hingga kembali dibantu saat tiba di stasiun tujuan," ujarnya.

Pelayanan tersebut didukung sejumlah fasilitas aksesibel di stasiun Whoosh.

Di antaranya lift, tactile paving atau jalur pemandu, toilet ramah disabilitas, gate dengan akses lebih lebar, kursi roda, ramp, serta kursi tunggu khusus penumpang prioritas.

Di dalam rangkaian kereta Whoosh juga tersedia 32 kursi prioritas atau PRM.

Kursi tersebut ditempatkan di bagian ujung kereta dan berada dekat pintu sehingga memudahkan penumpang untuk keluar maupun masuk kereta.

Fasilitas pendukung juga tersedia melalui toilet ramah disabilitas di dalam rangkaian Whoosh.

Ruangan tersebut dirancang dengan area yang memungkinkan pengguna kursi roda melakukan manuver dengan lebih leluasa.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik, KCIC menyiapkan petugas untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing penumpang.

Bantuan dapat diberikan ketika penumpang berada di stasiun keberangkatan, saat menuju peron, proses naik kereta, selama perjalanan, hingga ketika tiba dan keluar dari stasiun tujuan.

Penumpang yang membutuhkan pendampingan dapat menyampaikannya langsung kepada petugas di stasiun.

Permintaan bantuan juga dapat diinformasikan terlebih dahulu melalui Contact Center KCIC agar petugas dapat menyiapkan pendampingan yang sesuai.

Sepanjang 2026, KCIC rata-rata melayani 1.137 penumpang prioritas setiap bulan.

Jumlah pelayanan tertinggi tercatat pada Juli 2026 dengan 1.401 penumpang.

Secara lokasi, Stasiun Padalarang dan Stasiun Halim menjadi dua titik dengan jumlah penumpang prioritas terbanyak sejak 2025 hingga 2026, masing-masing sekitar 8 ribu penumpang.

Berikutnya Stasiun Tegalluar Summarecon tercatat sekitar 4 ribu penumpang, sedangkan Stasiun Bandung dan Cimahi mencapai sekitar 4 ribu penumpang.

Stasiun Karawang mencatat sekitar 400 penumpang prioritas.

Durasi perjalanan Whoosh yang relatif singkat juga menjadi salah satu keuntungan bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.

Perjalanan dari Stasiun Halim menuju Padalarang, misalnya, dapat ditempuh sekitar 30 menit.

Waktu tempuh tersebut membuat perjalanan menjadi lebih singkat sehingga berpotensi mengurangi kelelahan, terutama bagi lansia maupun penumpang dengan kondisi tertentu yang membutuhkan kenyamanan lebih selama menggunakan transportasi publik.

Eva mengatakan KCIC akan terus meningkatkan fasilitas dan mutu pelayanan bagi penumpang prioritas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjadikan Whoosh sebagai moda transportasi publik yang dapat digunakan secara inklusif.

“KCIC terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi penumpang prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Whoosh sebagai transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
penumpang prioritas transportasi inklusif Layanan Disabilitas KCIC WHOOSH