Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Tarif Rp5.000 Tetap Berlaku hingga Oktober

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76 persen. (Antara)
Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 92,76 persen. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Rabu (26/8). 

Penyesuaian jadwal dilakukan setelah pemerintah daerah mengevaluasi kesiapan keseluruhan kegiatan dan menilai masih ada sejumlah detail fasilitas yang perlu disempurnakan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan perubahan agenda pengembangan LRT Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI tetap menjalankan tahapan pengembangan koridor Kelapa Gading-Manggarai bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda).

“Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai,” ujar Marulina Dewi.

Menurut dia, peresmian akan dilakukan setelah sejumlah rincian fasilitas dinilai lebih siap.

Pemerintah daerah juga belum menetapkan waktu baru untuk acara tersebut dan menyatakan jadwal terbaru akan diumumkan setelah waktu pelaksanaan diputuskan.

Penundaan itu turut disertai permintaan maaf kepada masyarakat, termasuk warga yang telah menyesuaikan rencana perjalanan menyusul rencana rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Manggarai.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menjelaskan bahwa penyempurnaan dilakukan agar layanan yang diberikan dapat menjangkau seluruh pengguna secara lebih inklusif.

Perhatian tersebut mencakup fasilitas akses, informasi, hingga pelayanan bagi kelompok yang membutuhkan prioritas.

“Fasilitas akses, informasi, dan layanan prioritas perlu dipastikan lengkap sebelum peresmian,” kata Chico.

Kelompok yang menjadi perhatian antara lain penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak, serta masyarakat yang melakukan perpindahan moda transportasi di kawasan Manggarai.

Dengan demikian, penyesuaian jadwal peresmian diarahkan untuk memastikan kesiapan layanan, bukan menghentikan pengembangan jalur tersebut.

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai sendiri memiliki panjang 12,2 kilometer dan terdiri atas 11 stasiun.

Rangkaian stasiunnya meliputi Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga Manggarai.

Untuk masa awal operasional, tarif LRT Jakarta pada rute tersebut ditetapkan sebesar Rp5.000 sekali perjalanan.

Tarif itu dipastikan tetap berlaku hingga Oktober 2026.

Setelah masa transisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menentukan kebijakan tarif berikutnya, termasuk kemungkinan pemberlakuan tarif khusus.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga menyatakan ada kemungkinan kebijakan tarif tertentu diberikan pada masa awal pengoperasian.

Di sisi lain, sebanyak 15 golongan masyarakat di Jakarta tetap mendapat layanan transportasi gratis.

Dari sisi pembangunan, Pramono memastikan pekerjaan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai telah mencapai 100 persen.

Pembangunan rel dan jalur layang disebut telah selesai, sedangkan tahapan berikutnya menunggu proses pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Dengan kondisi tersebut, penjadwalan ulang peresmian lebih berkaitan dengan pematangan kesiapan fasilitas dan pelayanan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan pengembangan koridor Kelapa Gading-Manggarai tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Kelapa Gading-Manggarai tarif LRT Jakarta peresmian LRT Jakarta Pemprov DKI Jakarta lrt jakarta