Belajar dari Perjalanan, EduTrain Kenalkan Dunia Kereta Api kepada Generasi Muda

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Peserta EduTrain mengikuti perjalanan edukatif menggunakan layanan KA Feeder dan Whoosh sambil mengenal teknologi, layanan, operasional, dan keselamatan perkeretaapian modern Indonesia. (Antara)
Peserta EduTrain mengikuti perjalanan edukatif menggunakan layanan KA Feeder dan Whoosh sambil mengenal teknologi, layanan, operasional, dan keselamatan perkeretaapian modern Indonesia. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan EduTrain sebagai program edukatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak panti asuhan untuk mengenal perkembangan teknologi dan layanan perkeretaapian Indonesia secara langsung.

Melalui perjalanan menggunakan kereta api, peserta tidak hanya menikmati pengalaman bepergian, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai teknologi, operasional, layanan, dan keselamatan transportasi publik.

Program tersebut diselenggarakan KAI bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-81 KAI.

EduTrain dilaksanakan dalam dua batch perjalanan dengan rute Jakarta–Bandung dan Bandung–Jakarta serta melibatkan anak-anak dari tiga panti asuhan.

Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas, menyampaikan bahwa EduTrain merupakan bagian dari upaya perusahaan membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika pemahaman mengenai teknologi tersebut dapat diakses oleh masyarakat, termasuk anak-anak.

“Teknologi yang dimiliki perusahaan akan memberi nilai yang semakin luas ketika pengetahuan di baliknya dapat dibagikan. Melalui EduTrain, kami ingin anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang membuka rasa ingin tahu dan memperluas pandangan mereka terhadap masa depan,” ujar Indarto.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa EduTrain dirancang dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman.

Anak-anak diajak melihat secara langsung bagaimana teknologi dan layanan perkeretaapian diterapkan dalam perjalanan.

“Kami ingin membuka akses pengetahuan melalui perjalanan. Anak-anak dapat melihat bagaimana teknologi, layanan, dan keselamatan bekerja dalam ekosistem perkeretaapian,” ujar Anne.

Setiap batch diikuti 90 peserta yang terdiri atas 81 anak dan sembilan pendamping dari tiga panti asuhan.

Masing-masing panti mengirimkan 27 anak dan tiga pendamping.

Pembagian tersebut diterapkan untuk mendukung proses belajar sekaligus memastikan pendampingan peserta dapat berjalan secara terarah selama kegiatan.

Dalam rangkaiannya, EduTrain memanfaatkan layanan KA Feeder dan Kereta Cepat Whoosh.

Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek transportasi perkeretaapian modern, mulai dari teknologi Kereta Cepat Whoosh, operasional perjalanan, layanan penumpang, fasilitas stasiun, hingga penerapan keselamatan.

Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan.

EduTrain juga menghadirkan interactive on board session, kelas inspiratif, sharing session bersama jajaran KAI dan KCIC, permainan edukatif, serta pengenalan fasilitas yang tersedia di stasiun.

Materi kegiatan mencakup pengenalan peran KAI dan Whoosh, keselamatan dan etika saat menggunakan transportasi publik, serta gambaran mengenai dunia perkeretaapian.

Pendekatan tersebut membuat materi teknologi lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta.

Anak-anak memperoleh kesempatan untuk melihat, mencoba, dan mengajukan pertanyaan secara langsung sehingga konsep yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih sederhana.

“Ketika mereka melihat, mencoba, dan bertanya langsung, teknologi menjadi lebih mudah dipahami dan dapat memantik rasa ingin tahu,” kata Anne.

Lebih dari sekadar perjalanan edukatif, EduTrain diarahkan untuk membangun motivasi belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong anak-anak berani membayangkan masa depan yang lebih luas.

Pengalaman berada di lingkungan perkeretaapian menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan beragam bidang ilmu sekaligus profesi yang mendukung operasional transportasi modern.

Kolaborasi KAI dan KCIC juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan perusahaan dapat dibagikan melalui pengalaman yang konkret.

Peserta tidak hanya mengenal kereta sebagai moda transportasi, tetapi juga memahami bahwa di balik sebuah perjalanan terdapat teknologi, sumber daya manusia, prosedur operasional, serta sistem keselamatan yang saling terhubung.

Melalui program ini, KAI dan KCIC berupaya memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda.

Pengetahuan tentang transportasi dan teknologi diharapkan tidak berhenti pada pengalaman selama perjalanan, tetapi dapat menjadi pemantik bagi peserta untuk terus belajar dan mempertimbangkan berbagai peluang di masa depan.

“Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman, pengetahuan baru, dan keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih luas,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
EduTrain KAI KAI dan KCIC teknologi perkeretaapian Indonesia edukasi anak panti asuhan Kereta Cepat Whoosh