RADARBANYUWANGI.ID - Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Selatan, bersiap memasuki babak baru pengembangan transportasi publik terpadu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai penghubung berbagai moda transportasi dengan mengedepankan aksesibilitas bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.
Pembangunan jembatan pejalan kaki terpadu tersebut tidak hanya bertujuan mempercepat perpindahan penumpang antarmoda, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman, aman, dan inklusif bagi masyarakat.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan kebutuhan pelanggan berkebutuhan khusus telah menjadi perhatian sejak tahap perencanaan proyek.
Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan agar penyandang disabilitas, lansia, maupun pengguna kursi roda dapat berpindah moda transportasi dengan lebih mudah.
"Untuk pelanggan dengan kebutuhan khusus, memang ada elevator, lalu kita juga membuat ramp dan eskalator. Jadi memang harusnya sudah jauh lebih nyaman," ujar Agus, Kamis (30/7/2026), dikutip Antara.
Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk mengurangi hambatan mobilitas yang selama ini kerap dialami pengguna saat harus menggunakan tangga konvensional.
Karena itu, kawasan pedestrian deck akan dilengkapi eskalator di sejumlah titik, lift khusus, serta jalur pemandu atau tactile paving yang membentang di sepanjang koridor untuk membantu penyandang tunanetra.
Dari sisi desain, Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang berbentuk melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar sekitar 12 meter. Konsep tersebut dipilih agar arus perpindahan penumpang menjadi lebih lancar sekaligus memperpendek waktu transit antar moda transportasi.
Keberadaan fasilitas ini akan menghubungkan sedikitnya enam moda transportasi publik dalam satu kawasan, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, dan Kereta Bandara.
Dengan konektivitas tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih efisien karena perpindahan antar moda dapat dilakukan tanpa harus menempuh jalur yang berputar atau memakan waktu lebih lama.
Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas telah memasuki tahap awal setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 21 Juni lalu.
Pemerintah menargetkan keseluruhan proyek rampung dan dapat beroperasi penuh pada 2028. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu simpul transportasi modern yang menghadirkan perjalanan antarmoda secara lebih mulus, aman, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara