RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatat kontribusi pajak sebesar Rp6,98 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,20 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 66,05 persen.
Kontribusi tersebut berasal dari aktivitas bisnis KAI sebagai perusahaan induk bersama seluruh entitas anak usaha. Setoran kepada pemerintah mencakup berbagai komponen, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak daerah, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari ekosistem perkeretaapian yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari perusahaan, pekerja, pelanggan, mitra usaha, hingga masyarakat yang berada di sekitar layanan KAI.
“Di balik perjalanan pelanggan, distribusi barang, aktivitas usaha di stasiun, dan berbagai layanan KAI Group, terdapat nilai ekonomi yang ikut menghasilkan penerimaan bagi negara. Kontribusi tersebut selanjutnya dikelola pemerintah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan,” ujar Anne, dikutip Antara.
Dari total kontribusi Rp6,98 triliun tersebut, KAI sebagai entitas induk menyumbang sebesar Rp6,19 triliun. Sementara seluruh entitas anak perusahaan memberikan kontribusi mencapai Rp795,89 miliar.
Rinciannya, kontribusi Pajak Penghasilan mencapai Rp3,05 triliun, Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp1,47 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2,27 triliun. Selain itu, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan tercatat sekitar Rp113,96 miliar.
Aktivitas anak perusahaan KAI Group juga memberikan dampak terhadap penerimaan daerah. Di antaranya melalui pajak restoran sebesar Rp28,66 miliar, pajak hotel Rp456,90 juta, serta pajak daerah lainnya sebesar Rp47,84 miliar.
Menurut Anne, kontribusi tersebut tidak hanya mencerminkan kewajiban perusahaan kepada negara, tetapi juga menunjukkan adanya perputaran ekonomi dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan layanan kereta api.
“Di balik kontribusi Rp6,98 triliun tersebut terdapat aktivitas ekonomi yang digerakkan oleh para pekerja, pelanggan, mitra usaha, dan seluruh entitas KAI Group. Setiap bagian memiliki peran dalam membentuk nilai yang kemudian menjadi penerimaan bagi negara dan daerah,” katanya.
Pekerja menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Setiap hari, ribuan insan KAI menjalankan berbagai fungsi, mulai dari pelayanan pelanggan, pengoperasian perjalanan kereta api, perawatan sarana dan prasarana, hingga pengelolaan sistem pendukung perusahaan.
Selain menciptakan layanan transportasi, aktivitas perusahaan juga membentuk rantai ekonomi yang lebih luas. Kehadiran stasiun dan layanan kereta api mempertemukan pelanggan, pelaku usaha, pemasok, pekerja, serta masyarakat sekitar.
“Ketika pelanggan melakukan perjalanan, ada banyak kehidupan yang ikut terhubung. Ada pekerja yang memperoleh penghasilan, pelaku usaha yang melayani pelanggan, pemasok yang menyediakan kebutuhan, serta daerah yang menerima manfaat dari aktivitas ekonomi di sekitarnya,” tutur Anne.
KAI menegaskan bahwa dana kontribusi pajak yang disetorkan tidak dikelola langsung oleh perusahaan untuk program tertentu. Penerimaan tersebut masuk dalam sistem keuangan negara dan daerah, kemudian digunakan pemerintah sesuai mekanisme penganggaran serta prioritas pembangunan.
“Kontribusi ini tidak dikelola langsung oleh KAI untuk program tertentu. Dana tersebut masuk ke dalam sistem penerimaan pemerintah dan menjadi bagian dari kapasitas negara dalam menjalankan pelayanan publik serta pembangunan,” jelas Anne.
Sepanjang 2025, KAI juga menyatakan telah memenuhi kewajiban perpajakan sesuai regulasi yang berlaku. Perusahaan tidak menerima peringatan maupun sanksi signifikan hingga 31 Desember 2025.
Kepatuhan tersebut dijaga melalui pengelolaan administrasi perpajakan, pelaporan, pembayaran kewajiban, serta penguatan manajemen risiko perpajakan di lingkungan KAI Group.
Anne menambahkan, peningkatan kontribusi kepada negara perlu berjalan seiring dengan keberlanjutan perusahaan, kualitas layanan, serta kesejahteraan pekerja.
“Kereta api membawa jutaan cerita perjalanan. Dari aktivitas tersebut lahir pekerjaan, kesempatan usaha, penghasilan keluarga, serta kontribusi yang kembali kepada negara. KAI akan terus menjaga kinerja dan tata kelola agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara