Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menjelang 31 Tahun Kereta Api Argo, Penumpang KA Unggulan KAI Terus Bertambah, Layanan Makin Modern

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:51 WIB
Menjelang 31 tahun layanan Argo, KAI mencatat pertumbuhan penumpang di sejumlah KA unggulan. (Antara)
Menjelang 31 tahun layanan Argo, KAI mencatat pertumbuhan penumpang di sejumlah KA unggulan. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat menggunakan kereta api untuk perjalanan antarkota terus menunjukkan tren positif. Menjelang 31 tahun perjalanan layanan Argo, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan pada sejumlah kereta unggulan selama Semester I 2026, seiring pembaruan armada, peningkatan fasilitas, hingga penguatan layanan digital.

Data KAI menunjukkan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada layanan Compartment Suite yang melonjak 64,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, sejumlah kereta dalam keluarga Argo juga mencatat kenaikan jumlah pelanggan, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang mengutamakan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keandalan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan layanan Argo selama hampir 31 tahun menjadi bagian penting dari transformasi layanan kereta api antarkota di Indonesia.

"Selama hampir 31 tahun, jejak Argo berkembang bersama kebutuhan pelanggan. Pembaruan sarana, fasilitas, waktu perjalanan, dan layanan digital terus dilakukan agar perjalanan antarkota semakin nyaman dan relevan dengan pola mobilitas masyarakat," ujarnya, dikutip Antara.

Tanggal 31 Juli 2026 menandai 31 tahun sejak Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), pendahulu PT KAI, meluncurkan Argo Bromo JS-950 pada 31 Juli 1995. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu tonggak penting pengembangan kereta api antarkota di Indonesia.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 24 September 1997, Argo Bromo Anggrek mulai beroperasi dan melengkapi keluarga layanan Argo. Sejak saat itu, KAI terus melakukan pembaruan, mulai dari desain interior, kenyamanan tempat duduk, fasilitas perjalanan, waktu tempuh, pilihan kelas layanan, hingga digitalisasi layanan kepada pelanggan.

Kini, nama Argo masih digunakan pada delapan layanan kereta api eksekutif, yakni Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng, Argo Semeru relasi Gambir–Surabaya Gubeng, Argo Lawu dan Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo Balapan, Argo Sindoro, Argo Muria, serta Argo Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang Bank Jateng, serta Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Seluruhnya beroperasi dengan kecepatan hingga 120 kilometer per jam.

Peningkatan jumlah pelanggan terjadi pada sejumlah layanan Argo sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Argo Merbabu menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar di antara layanan Argo yang telah beroperasi penuh, yakni mencapai 277.780 pelanggan atau naik 13,97 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebanyak 243.722 pelanggan.

Argo Wilis melayani 142.412 pelanggan atau meningkat 11,62 persen dari 127.582 pelanggan. Argo Lawu mencatat 94.971 pelanggan atau tumbuh 5,64 persen dibandingkan 89.903 pelanggan, sedangkan Argo Dwipangga melayani 100.576 pelanggan atau naik 1,23 persen dari 99.355 pelanggan.

Sementara itu, Argo Anjasmoro melayani 84.871 pelanggan sepanjang Semester I 2026. KAI belum menyajikan perbandingan tahunan karena data Semester I 2025 belum mencakup periode pelayanan yang setara.

Menurut Anne, setiap layanan memiliki karakter pelanggan yang berbeda sehingga evaluasi pengembangan dilakukan berdasarkan volume penumpang, masukan pelanggan, kesiapan sarana, waktu perjalanan, serta kebutuhan pada masing-masing lintas.

"Setiap layanan memiliki karakter pelanggan dan pola perjalanan yang berbeda. Data volume, masukan pelanggan, kesiapan sarana, waktu perjalanan, serta kebutuhan pada masing-masing lintas menjadi bagian dari evaluasi pengembangan layanan," katanya.

Transformasi layanan juga dilakukan melalui penyesuaian identitas produk. Argo Bromo Anggrek kini menggunakan nama KA Anggrek, sedangkan Argo Parahyangan berganti menjadi KA Parahyangan.

Perubahan nama tersebut tidak mengurangi minat masyarakat. Sepanjang Semester I 2026, KA Anggrek melayani 234.299 pelanggan atau meningkat 39,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 167.368 pelanggan.

Adapun KA Parahyangan mencatat 570.192 pelanggan atau tumbuh 32,61 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebanyak 429.990 pelanggan.

Menurut Anne, perubahan identitas merupakan bagian dari strategi pengelolaan produk yang disesuaikan dengan karakter perjalanan dan arah pengembangan layanan.

"Identitas layanan dapat disesuaikan, sementara kualitas pelayanan terus dikembangkan. KAI ingin setiap pilihan perjalanan memiliki karakter yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan pada masing-masing lintas," ujarnya.

Selain mempertahankan layanan Argo, KAI juga terus memperluas pilihan perjalanan melalui berbagai inovasi sarana, mulai Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation, Kereta Ekonomi New Generation, Luxury, Panoramic, hingga Compartment Suite.

Layanan Compartment Suite mencatat pertumbuhan paling tinggi. Selama Semester I 2026, layanan tersebut melayani 26.123 pelanggan atau meningkat 64,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 15.855 pelanggan. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap layanan perjalanan dengan ruang yang lebih privat dan fasilitas yang lebih personal.

Di sisi lain, pengalaman pelanggan juga diperkuat melalui aplikasi Access by KAI. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan, mulai pemesanan tiket, pengelolaan perjalanan, fitur Trip Planner, pemilihan tempat duduk, pemesanan Railfood dan hotel, hingga Live Tracking untuk memantau posisi perjalanan secara real time.

Transformasi yang dilakukan KAI menunjukkan bahwa layanan kereta api antarkota terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Pembaruan armada, peningkatan kualitas pelayanan, hingga digitalisasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan efisien.

"Jejak Argo memperlihatkan bahwa pelayanan kereta api terus berkembang dari masa ke masa. KAI akan melanjutkan pembaruan agar perjalanan antarkota semakin aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Argo kereta api indonesia KAI