RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas warga Jakarta diproyeksikan semakin cepat dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat integrasi transportasi massal sehingga perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Kelapa Gading nantinya diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan kombinasi MRT dan LRT.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi kemacetan sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang semakin terhubung.
Mengutip Antara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan simpul integrasi transportasi di kawasan Dukuh Atas telah dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking). Kawasan tersebut akan menjadi pusat perpindahan penumpang yang menghubungkan enam moda transportasi dalam satu jaringan.
Enam moda yang akan terintegrasi meliputi MRT Jakarta, dua lintas LRT, Transjakarta, Kereta Bandara, dan KRL Commuter Line. Dengan koneksi yang semakin baik, perpindahan antarmoda diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Salah satu proyek yang segera rampung ialah LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut memiliki 11 stasiun dengan nilai investasi sekitar Rp11,5 triliun. Kehadirannya diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi sekitar 28 menit, jauh lebih singkat dibanding perjalanan melalui jalan raya saat lalu lintas padat.
Pramono optimistis integrasi antarmoda akan membuat perjalanan lintas wilayah di Jakarta semakin efisien.
Ia menggambarkan, masyarakat nantinya dapat bepergian dari Pondok Labu menuju Pegangsaan Dua di Kelapa Gading dalam waktu sekitar satu jam. Perjalanan dilakukan dengan memanfaatkan MRT sebelum berpindah ke LRT tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Menurutnya, sistem transportasi yang saling terhubung akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang beraktivitas dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Utara maupun sebaliknya.
Pemprov DKI juga mempercepat pengembangan jaringan LRT dari Veledrome menuju Jakarta International Stadium (JIS). Selain itu, koneksi menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim juga menjadi bagian dari pengembangan transportasi terpadu.
Pramono menilai koneksi menuju Whoosh merupakan faktor penting agar tingkat penggunaan kereta cepat semakin optimal. Tanpa dukungan jaringan pengumpan atau feeder, akses masyarakat menuju layanan tersebut dinilai belum maksimal.
Untuk mendukung mobilitas menuju JIS, Pemprov DKI telah membangun jembatan penghubung sepanjang sekitar 400 meter yang menghubungkan kawasan stadion dengan Ancol.
Keberadaan jembatan tersebut memungkinkan pengunjung memanfaatkan area parkir di Ancol saat berlangsung konser maupun pertandingan sepak bola di JIS. Langkah itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar stadion.
Selain itu, akses menuju JIS juga semakin mudah melalui layanan KRL Commuter Line yang melayani kawasan sekitar stadion sehingga masyarakat dari Bogor, Depok, Tangerang, dan wilayah penyangga lainnya memiliki pilihan transportasi yang lebih praktis.
Setelah peresmian LRT Velodrome–Manggarai, Pemprov DKI akan melanjutkan pembangunan jalur Manggarai–Dukuh Atas.
Pramono menargetkan proyek tersebut selesai pada 2028 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,1 triliun. Jalur baru itu akan semakin memperkuat integrasi transportasi di kawasan pusat Jakarta.
Selain membangun transportasi massal, Pemprov DKI juga mempercepat pembangunan jalan sejajar rel kereta di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Proyek yang telah direncanakan sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya itu ditargetkan rampung pada awal 2027 dan diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di salah satu titik padat Jakarta Selatan.
Saat ini proyek memasuki tahap pembebasan lahan. Dari total 118 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 59 bidang telah dibebaskan hingga 2025, sedangkan 59 bidang lainnya masih dalam proses.
Pramono memastikan proses pembebasan lahan akan dipercepat agar pembangunan berjalan sesuai target.
Editor : Lugas Rumpakaadi