Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Liburan ke Ijen? Simak Rute Pendakian, Harga Tiket, dan Tips Aman ke Puncak

M Ksatria Raya • Selasa, 7 Juli 2026 | 06:00 WIB
PUNCAK IJEN: Seorang tour guide asal Banyuwangi, Saiful, mengawal wisatawan di dekat Kawah Ijen. (Saiful for Radar Banyuwangi)
PUNCAK IJEN: Seorang tour guide asal Banyuwangi, Saiful, mengawal wisatawan di dekat Kawah Ijen. (Saiful for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Taman Wisata Alam (TWA) Ijen masih menjadi primadona wisata Banyuwangi, terutama saat musim liburan sekolah. Panorama kawah belerang, fenomena blue fire, udara pegunungan yang sejuk, hingga jalur pendakian yang relatif ramah bagi pemula membuat ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara terus berdatangan setiap tahunnya.

Namun, sebelum menikmati keindahan di puncak, setiap pendaki harus menyiapkan perjalanan dengan baik. Mulai dari membeli tiket secara daring, melengkapi surat keterangan sehat, hingga memahami karakter jalur pendakian sepanjang sekitar 3,4 kilometer yang dapat ditempuh rata-rata dalam waktu dua jam.

Tiket Kini Wajib Dibeli Lewat Aplikasi

Pendakian menuju Kawah Ijen kini diawali dengan pemesanan tiket melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional. Harga tiket masuk dipatok Rp20 ribu untuk wisatawan nusantara (WNI) dan Rp150 ribu bagi wisatawan mancanegara (WNA).

Selain tiket, seluruh pendaki wajib membawa surat keterangan sehat sebagai syarat memasuki kawasan konservasi. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan pengunjung memiliki kondisi fisik yang memadai selama melakukan pendakian.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, mengatakan sistem pembelian tiket melalui aplikasi mulai diterapkan sejak 18 Mei sebagai bagian dari digitalisasi layanan di kawasan konservasi.

"Mulai 18 Mei lalu, pihak pengelola dalam hal ini BBKSDA Jawa Timur melakukan uji coba aplikasi baru bernama Ayo ke Taman Nasional dalam pembelian tiket masuk ke TWA Kawah Ijen," ujarnya.

Menurut Rusdi, aplikasi tersebut merupakan program Kementerian Kehutanan yang diterapkan di berbagai kawasan konservasi di Indonesia.

Pendakian Dimulai dari Paltuding

Perjalanan menuju puncak diawali dari Paltuding, titik keberangkatan utama para pendaki. Di lokasi ini tersedia area parkir, warung makan, penyewaan perlengkapan, hingga api unggun yang menjadi tempat berkumpul wisatawan sebelum pendakian dimulai.

Pada musim liburan seperti sekarang, kawasan Paltuding dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

"Di Pos Paltuding, wisatawan bisa mempersiapkan peralatan untuk menuju puncak. Bagi yang belum membawa sarung tangan maupun peralatan mendaki, bisa beli di Paltuding," kata pemandu wisata Ijen, Saiful.

Lewati Enam Pos Pendakian

Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki akan melewati enam pos yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat.

Perjalanan dimulai menuju Pos 1 dengan jarak sekitar 800 meter melalui jalur yang relatif landai. Dari Pos 1 ke Pos 2 hanya berjarak sekitar 100 meter dengan kontur datar.

Medan mulai menantang ketika memasuki jalur Pos 2 menuju Pos 3. Pendaki harus melewati tanjakan dengan kemiringan sekitar 45 derajat sepanjang kurang lebih 200 meter.

Dari Pos 3 ke Pos 4, jalur kembali lebih bersahabat dengan kemiringan sekitar 30 derajat diselingi lintasan yang relatif datar.

"Menanjak sebentar, lalu melewati rute flat," jelas Saiful.

Selanjutnya, dari Pos 4 menuju Pos 5, pendaki menempuh jalur menanjak sekitar 2 kilometer sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pos 6 yang menjadi titik tertinggi jalur pendakian.

"Dari Pos 5 ke Pos 6, wisatawan harus melewati rute menantang menuju kawah. Di pos ini, sekitar 100 meter jalurnya menanjak," katanya.

Warung Kopi Hingga Musala Tersedia di Jalur

Salah satu keunggulan pendakian di Ijen adalah tersedianya fasilitas yang cukup lengkap di sepanjang jalur. Mulai Pos 2 hingga Pos 6 terdapat warung kopi yang menyediakan makanan, minuman hangat, mi instan, hingga camilan bagi pendaki.

Di Pos 5 dan Pos 6 juga tersedia musala sehingga wisatawan tetap dapat beribadah di tengah perjalanan.

Meski sebagian besar jalur cukup bersahabat, pendaki tetap diminta berhati-hati saat memasuki kawasan Pos 5 menuju Pos 6. Jalur mulai menyempit dengan jurang di salah satu sisi, sementara aroma belerang semakin pekat saat mendekati kawah.

Menariknya, selama perjalanan dari Paltuding hingga puncak, sinyal telekomunikasi masih dapat diakses sehingga wisatawan tetap bisa terhubung dengan internet.

Pendaki Diminta Tidak Naik Sendirian

Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, mengingatkan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan konservasi.

"Saya selaku Kepala Resort Kawah Ijen menghimbau kepada seluruh pengunjung TWA Kawah Ijen yang ingin melakukan pendakian tanpa didampingi pemandu supaya jangan melakukan pendakian sendirian," tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pendaki menggunakan perlengkapan standar seperti sepatu gunung, jaket, sarung tangan, serta pelindung kepala untuk mengantisipasi perubahan suhu ekstrem.

"Pakailah peralatan standar pendakian seperti sepatu, jaket, sarung tangan, dan pelindung kepala karena kita tidak tahu perubahan suhu di Kawah Ijen. Setiap orang tidak sama daya tahan tubuhnya, yang lemah bisa mengakibatkan hipotermia," katanya.

Wisatawan China Masih Mendominasi

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Dwi P. Sugiarto, mengatakan jumlah kunjungan biasanya meningkat signifikan saat akhir pekan maupun musim liburan Juli–Agustus.

"Biasanya Ijen diserbu wisatawan saat weekend, terutama saat libur panjang ataupun high season di bulan Juli hingga Agustus," ujarnya.

Menurut Dwi, wisatawan mancanegara yang paling banyak datang berasal dari Tiongkok, disusul negara-negara di kawasan Eropa.

Untuk menjaga kelestarian kawasan, TWA Ijen rutin ditutup setiap Jumat pada minggu pertama setiap bulan melalui program Ijen Rijik, yakni kegiatan pemeliharaan dan pembersihan kawasan konservasi.

Tetap Jadi Ikon Pariwisata Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung promosi TWA Ijen sebagai salah satu ikon wisata daerah meski pengelolaannya berada di bawah Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq, mengatakan promosi terus dilakukan agar kunjungan wisatawan meningkat dan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

"Ijen sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Banyuwangi. Pemkab di sini selalu mempromosikan TWA Ijen agar selalu ramai dikunjungi wisatawan," ujarnya.

Dengan jalur pendakian yang relatif ramah, fasilitas yang semakin lengkap, sistem layanan yang semakin modern, serta panorama alam yang mendunia, TWA Ijen terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang wajib masuk daftar perjalanan para pecinta wisata alam. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pendakian Ijen #Tiket Ijen #kawah ijen #TWA Ijen #wisata banyuwangi