Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Api di Stasiun Cepu Melonjak 22,90 Persen, Mobilitas Warga Blora Kian Menguat

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:57 WIB
Stasiun Cepu mencatat 281.706 pelanggan naik dan turun selama Januari–Mei 2026. (Antara)
Stasiun Cepu mencatat 281.706 pelanggan naik dan turun selama Januari–Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Mobilitas masyarakat di Kabupaten Blora menunjukkan tren positif pada 2026. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebanyak 281.706 pelanggan tercatat menggunakan layanan naik dan turun di Stasiun Cepu. Jumlah tersebut meningkat 22,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 229.218 pelanggan.

Lonjakan itu memperlihatkan Stasiun Cepu tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga semakin berperan sebagai simpul transportasi yang menghubungkan aktivitas kerja, pendidikan, perdagangan, hingga sektor pariwisata di wilayah Blora dan sekitarnya.

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan, pelanggan yang berangkat dari Stasiun Cepu selama Januari–Mei 2026 mencapai 138.786 orang, meningkat 22,03 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 113.736 pelanggan.

Sementara itu, pelanggan yang tiba di Stasiun Cepu mencapai 142.920 orang, atau naik 23,76 persen dibandingkan Januari–Mei tahun lalu yang tercatat 115.482 pelanggan.

Jika dirata-rata, lebih dari 1.850 penumpang memanfaatkan layanan Stasiun Cepu setiap hari selama lima bulan pertama 2026. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai efisien, tepat waktu, dan mampu menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa.

Mobilitas Masyarakat Terus Meningkat

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan memperlihatkan peran Stasiun Cepu yang semakin strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi daerah.

"Cepu memperlihatkan bagaimana satu stasiun dapat menjadi titik temu pekerjaan, pendidikan, perdagangan, dan wisata. KAI menjaga Stasiun Cepu sebagai akses yang andal bagi masyarakat Blora dan wilayah sekitarnya agar aktivitas ekonomi daerah semakin terhubung dengan kota-kota lain di Pulau Jawa," ujarnya, dikutip Antara.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik Kecamatan Cepu yang didominasi penduduk usia produktif. Berdasarkan publikasi Kecamatan Cepu Dalam Angka 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, jumlah penduduk Kecamatan Cepu pada 2024 mencapai 77.272 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.537 jiwa berada pada kelompok usia produktif 15–64 tahun. Kondisi itu menjadi modal penting bagi tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Didukung Kawasan Industri dan Potensi Ekonomi

Cepu selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis industri minyak dan gas nasional. PPSDM Migas mencatat Kilang Cepu merupakan kilang minyak tertua di Indonesia sekaligus menjadi pusat pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia sektor migas yang dilengkapi laboratorium dan workshop.

Selain sektor migas, wilayah ini juga memiliki potensi besar di bidang kehutanan dan pertanian. Perhutani mencatat KPH Cepu mengelola hutan produksi jati seluas 33.017,09 hektare.

Sementara itu, data BPS menunjukkan produksi hortikultura Kecamatan Cepu pada 2024 meliputi cabai rawit sebanyak 111,5 kuintal, melon 120 kuintal, serta bawang merah 80 kuintal. Beragam aktivitas ekonomi tersebut ikut mendorong tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.

Menurut Anne, keberadaan transportasi kereta api menjadi pendukung penting bagi daerah dengan karakter ekonomi seperti Cepu karena menawarkan perjalanan yang lebih terjadwal dan efisien.

"Ketika akses kereta api semakin mudah, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan. Pelaku usaha lokal dapat bergerak lebih fleksibel, pekerja dan pelajar memiliki akses yang lebih pasti, sedangkan wisatawan dapat menjangkau destinasi daerah dengan lebih nyaman," katanya.

Konektivitas Dorong Wisata dan UMKM

Stasiun Cepu saat ini melayani berbagai perjalanan kereta api, mulai dari KA Blora Jaya relasi Semarang Poncol–Cepu, Commuter Line Blorasura relasi Surabaya Pasar Turi–Cepu, hingga sejumlah kereta api antarkota di lintas utara Jawa. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kota besar sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Kemudahan akses transportasi juga mendukung perkembangan sektor pariwisata. Salah satu destinasi yang mulai dikenal ialah Heritage Trainz Loco Tour di kawasan KPH Perhutani Cepu. Wisata tersebut menawarkan pengalaman menyusuri sejarah depo lokomotif dan jalur rel peninggalan era kolonial yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan perkeretaapian dan industri kehutanan di Cepu.

Bagi pelaku UMKM, pedagang, maupun pelaku jasa, meningkatnya arus penumpang turut membuka peluang bertambahnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun dan destinasi wisata.

Anne menegaskan KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan agar pertumbuhan jumlah pelanggan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"KAI ingin pertumbuhan pelanggan di Cepu memberi dampak pada ruang ekonomi yang lebih luas. Stasiun Cepu akan terus kami jaga sebagai simpul layanan yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung potensi Blora dari tingkat lokal hingga lintas wilayah," pungkasnya.

Dengan pertumbuhan hampir 23 persen dalam lima bulan pertama 2026, Stasiun Cepu kini semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul konektivitas di jalur utara Pulau Jawa. Tidak sekadar melayani perjalanan penumpang, keberadaan stasiun ini menjadi salah satu penopang pergerakan tenaga kerja, dunia pendidikan, perdagangan, UMKM, hingga pengembangan sektor pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mobilitas Masyarakat #Stasiun Cepu #Kabupaten Blora #KAI #transportasi kereta api