RADARBANYUWANGI.ID – Menghabiskan akhir pekan tak selalu harus ke destinasi wisata yang ramai atau menguras kantong. Di Kabupaten Sukoharjo, wisatawan bisa menikmati perjalanan dengan tarif hanya Rp4.000 menggunakan KA Batara Kresna menuju Stasiun Pasarnguter, gerbang menuju Pasar Jamu Nguter yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu sentra jamu tradisional terbesar di Indonesia.
Dari stasiun kecil itu, pengunjung hanya perlu melanjutkan perjalanan singkat untuk memasuki kawasan yang dipenuhi aroma kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan beragam empon-empon. Di sana, aktivitas pedagang, perajin jamu, hingga masyarakat yang masih mempertahankan tradisi meracik jamu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda.
Gerbang Menuju Kampung Jamu
Nguter bukan sekadar kawasan perdagangan herbal. Daerah ini telah lama dikenal sebagai kampung lahirnya banyak perajin dan penjual jamu gendong yang kemudian merantau ke berbagai daerah di Indonesia. Pengetahuan tentang racikan jamu diwariskan lintas generasi dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi keluarga.
Momentum pengakuan Jamu Wellness Culture sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2023 semakin memperkuat posisi Nguter sebagai salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan budaya jamu Indonesia.
Keberadaan Stasiun Pasarnguter membuat akses menuju kawasan tersebut menjadi semakin mudah. Wisatawan tidak hanya menikmati perjalanan kereta, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana pasar tradisional, perdagangan herbal, dan aktivitas masyarakat berjalan berdampingan setiap hari.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang berbeda dibandingkan stasiun lainnya karena berada di dekat pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini," ujarnya, dikutip Antara.
Tarif Murah, Pengalaman Berbeda
Perjalanan menuju Nguter dapat ditempuh menggunakan KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri.
Dengan tarif Rp4.000, penumpang akan melewati suasana perkotaan Solo, lintasan ikonik di sekitar Jalan Slamet Riyadi, kemudian memasuki bentang persawahan dan kawasan hijau Sukoharjo hingga tiba di Nguter.
Pilihan transportasi ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata singkat tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Selain hemat biaya, perjalanan kereta juga memberikan pengalaman menikmati lanskap pedesaan yang masih asri.
Menopang Ekonomi Rakyat
Keberadaan stasiun juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025, Kecamatan Nguter memiliki 56.015 penduduk. Sebanyak 37.997 jiwa berada pada kelompok usia produktif 15–64 tahun yang aktif bekerja, berdagang, bertani, hingga mengembangkan usaha keluarga.
Potensi pertanian di wilayah ini juga cukup besar. Produksi cabai rawit mencapai 1.240 kuintal, kunyit sebanyak 287.500 kilogram, serta mangga mencapai 13.530 kuintal. Komoditas tersebut menjadi bagian dari rantai ekonomi yang menopang aktivitas pasar tradisional maupun industri herbal.
Anne menilai stasiun yang berada dekat pusat kegiatan masyarakat memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat naik dan turun penumpang.
"Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas. Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam membuka akses ekonomi skala mikro," katanya.
Mobilitas Terus Meningkat
Data KAI menunjukkan selama Januari hingga Mei 2026, Stasiun Pasarnguter melayani 1.805 pelanggan naik dan 1.201 pelanggan turun, sehingga total pergerakan mencapai 3.006 penumpang.
Angka tersebut mencerminkan bahwa stasiun ini tidak hanya dimanfaatkan wisatawan, tetapi juga menjadi urat nadi mobilitas pedagang tradisional, petani, pelajar, pekerja, hingga masyarakat yang beraktivitas di wilayah Solo, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Keberadaan KA Batara Kresna pun menjadi moda transportasi yang menjaga akses perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat Solo Raya bagian selatan sekaligus mendukung aktivitas perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.
Wisata yang Menghidupkan Tradisi
Di tengah berkembangnya tren wisata berbasis budaya dan wellness, Nguter menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli jamu, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana tradisi meracik minuman herbal tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan sekaligus mengenal salah satu identitas budaya Jawa, perjalanan menuju Pasar Jamu Nguter dapat menjadi pilihan menarik. Dalam satu perjalanan singkat, pengunjung dapat menikmati transportasi kereta yang terjangkau, mengenal warisan budaya yang telah diakui dunia, sekaligus ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.
Anne menambahkan, KAI akan terus menjaga pelayanan di Stasiun Pasarnguter agar tetap aman, nyaman, dan mudah diakses.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk menikmati perjalanan akhir pekan, mengenal potensi daerah, serta mendukung ekonomi warga Sukoharjo," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi