RADARBANYUWANGI.ID – Antusiasme masyarakat terhadap KA Pandalungan 2 langsung terlihat pada pekan pertama operasional. Kereta api relasi Jember–Gambir yang resmi diluncurkan pada 18 Juni 2026 itu telah melayani 4.478 penumpang di seluruh relasi dengan tingkat okupansi kumulatif mencapai 140 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang menghubungkan wilayah tapal kuda Jawa Timur dengan Jakarta.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember selama tujuh hari pertama operasional, sebanyak 1.240 pelanggan berangkat menggunakan KA Pandalungan 2 dari wilayah Daop 9 Jember. Sementara itu, jumlah pelanggan yang datang ke wilayah Daop 9 Jember mencapai 1.152 orang.
Bagi masyarakat di wilayah tapal kuda, termasuk Banyuwangi yang melanjutkan perjalanan melalui Stasiun Jember, kehadiran KA Pandalungan 2 menjadi alternatif perjalanan menuju Jakarta dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Tambahan jadwal tersebut memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan, baik untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan, bisnis, maupun wisata.
Okupansi Tembus 140 Persen
Meski okupansi keberangkatan dari wilayah Daop 9 Jember tercatat sebesar 37 persen, tingkat okupansi kumulatif KA Pandalungan 2 pada seluruh relasi justru mencapai 140 persen atau setara 4.478 penumpang.
Angka tersebut bukan berarti kapasitas kereta melebihi jumlah kursi yang tersedia. Okupansi kumulatif dihitung berdasarkan pemanfaatan kursi secara dinamis sepanjang perjalanan. Kursi yang telah digunakan penumpang pada satu segmen perjalanan kembali ditempati penumpang lain pada segmen berikutnya sehingga tingkat utilisasi tempat duduk menjadi lebih optimal.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, capaian tersebut menunjukkan layanan baru tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Dalam satu minggu pertama operasionalnya, KA Pandalungan 2 mendapatkan respons yang positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan transportasi yang andal dan terhubung dengan berbagai daerah masih sangat tinggi. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Perkuat Konektivitas Wilayah Tapal Kuda
Menurut Cahyo, KA Pandalungan 2 menjadi salah satu layanan strategis KAI untuk memperkuat konektivitas wilayah timur Jawa dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran perjalanan tambahan ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas perdagangan, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, hingga perjalanan bisnis.
Selain memperluas akses transportasi, penambahan perjalanan tersebut juga meningkatkan kapasitas angkutan penumpang dari wilayah Daop 9 Jember menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa. Masyarakat pun memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan dibanding sebelumnya.
Cahyo menambahkan, kereta api masih menjadi moda transportasi yang memiliki berbagai keunggulan dibanding moda transportasi darat lainnya.
"Kereta api memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ketepatan waktu, tingkat keselamatan yang tinggi, kenyamanan selama perjalanan, hingga efisiensi dalam mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, kereta api juga merupakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dengan emisi karbon yang relatif lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya, sehingga turut mendukung upaya mewujudkan transportasi yang berkelanjutan," katanya.
Melalui KA Pandalungan 2, lanjut Cahyo, KAI berharap kebutuhan transportasi masyarakat dari dan menuju wilayah Daop 9 Jember dapat semakin terakomodasi.
KAI Terus Evaluasi Layanan
KAI Daop 9 Jember memastikan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan agar operasional KA Pandalungan 2 berjalan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu. Tingginya minat masyarakat pada pekan pertama menjadi indikator bahwa tambahan perjalanan ini mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga di wilayah tapal kuda.
Ke depan, layanan KA Pandalungan 2 diharapkan tidak hanya menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat yang bepergian ke Jakarta dan berbagai kota di Pulau Jawa, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan timur Jawa, mendorong aktivitas ekonomi, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan layanan publik melalui transportasi massal yang berkelanjutan.
Fakta KA Pandalungan 2
- Resmi beroperasi: 18 Juni 2026.
- Relasi: Jember–Gambir.
- Penumpang selama pekan pertama: 4.478 orang.
- Penumpang berangkat dari Daop 9 Jember: 1.240 orang.
- Penumpang datang ke Daop 9 Jember: 1.152 orang.
- Okupansi keberangkatan Daop 9 Jember: 37 persen.
- Okupansi kumulatif seluruh relasi: 140 persen.