RADARBANYUWANGI.ID – Demam Piala Dunia 2026 tak hanya terasa di layar kaca. Di Stasiun Surabaya Gubeng, euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia itu ikut menghidupkan suasana selama masa libur sekolah. Tayangan pertandingan di Loko Cafe menjadi magnet baru bagi pelanggan kereta api hingga mampu mendongkrak transaksi kafe sebesar 20 persen.
Momentum libur sekolah yang bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat. Volume penumpang kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya naik sekitar 8 persen dibandingkan hari biasa, sehingga aktivitas di Stasiun Surabaya Gubeng terlihat lebih padat.
Tayangan Piala Dunia Jadi Daya Tarik
Suasana Loko Cafe dibuat berbeda selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Area kafe dihiasi berbagai dekorasi bertema sepak bola untuk menghadirkan atmosfer layaknya berada di stadion. Para petugas pun mengenakan jersey tim nasional dari berbagai negara peserta sehingga menambah semarak suasana.
Konsep tersebut mendapat respons positif dari pelanggan. Banyak penumpang memanfaatkan waktu menunggu keberangkatan kereta dengan menikmati sajian makanan dan minuman sambil menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
Regional Head 8 Surabaya KAI Services, Robert Soehardi, mengatakan penayangan pertandingan tidak hanya menjadi hiburan bagi pelanggan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kinerja Loko Cafe.
"Penayangan Piala Dunia ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pelanggan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kinerja Loko Cafe. Selama pelaksanaan Piala Dunia, transaksi di Loko Cafe Stasiun Surabaya Gubeng meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa konsep menggabungkan layanan kuliner dengan pengalaman menonton pertandingan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Menurut Robert, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan bahwa pelanggan kini tidak hanya memanfaatkan stasiun sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai ruang yang menawarkan pengalaman lebih nyaman selama menunggu perjalanan.
Penumpang Kereta Meningkat 8 Persen
Selain meningkatnya aktivitas di Loko Cafe, jumlah pengguna kereta api selama libur sekolah juga mengalami kenaikan. KAI Daop 8 Surabaya mencatat rata-rata 38.135 pelanggan naik dan turun setiap hari, terdiri atas 19.001 penumpang naik dan 19.134 penumpang turun.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan hari biasa yang rata-rata mencapai 35.272 pelanggan per hari, dengan rincian 17.640 penumpang naik dan 17.632 penumpang turun.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan libur sekolah selalu menjadi salah satu periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Sejak awal masa liburan, peningkatan volume pelanggan terjadi di berbagai stasiun, termasuk Stasiun Surabaya Gubeng yang menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi di wilayah Daop 8.
"Libur sekolah menjadi salah satu momentum meningkatnya penggunaan transportasi kereta api. Banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga. KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi peningkatan tersebut dengan memastikan seluruh aspek operasional, pelayanan, serta fasilitas di stasiun dan di atas kereta siap melayani pelanggan secara optimal," katanya.
Pengalaman Pelanggan Terus Ditingkatkan
Mahendro menambahkan, KAI tidak hanya berfokus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Berbagai fasilitas pendukung juga terus dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan selama berada di stasiun.
Salah satunya melalui kolaborasi KAI Group dengan menghadirkan tayangan Piala Dunia 2026 di Loko Cafe Stasiun Surabaya Gubeng. Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang ingin mengisi waktu menunggu keberangkatan kereta dengan suasana yang lebih menarik.
Kombinasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah dan euforia Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa stasiun kini tidak lagi sekadar menjadi titik keberangkatan dan kedatangan. Kehadiran fasilitas hiburan seperti di Loko Cafe turut memperkaya pengalaman pelanggan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan stasiun.
Editor : Lugas Rumpakaadi