Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tarif Mulai Rp2.000, Kereta Api Siliwangi Angkut 680 Ribu Penumpang dalam 5 Bulan, Jadi Favorit saat Libur Sekolah

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 25 Juni 2026 | 05:35 WIB
KA Siliwangi melayani 680.541 penumpang sepanjang Januari-Mei 2026. (Antara)
KA Siliwangi melayani 680.541 penumpang sepanjang Januari-Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi yang terjangkau, KA Siliwangi masih menjadi pilihan utama masyarakat di jalur Sukabumi-Cianjur-Cipatat. Dengan tarif hanya Rp2.000 hingga Rp5.000, kereta ekonomi lokal ini berhasil melayani 680.541 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut meningkat 5,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 643.564 pelanggan. Kenaikan itu menunjukkan bahwa layanan kereta api lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari, mulai dari perjalanan kerja, sekolah, perdagangan, hingga wisata keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi bukti bahwa kereta ekonomi lokal tetap dibutuhkan masyarakat.

Menurut dia, KA Siliwangi tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana transportasi harian, tetapi juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan keluarga dengan biaya terjangkau, terutama selama masa libur sekolah.

“Dengan tarif mulai Rp2.000 hingga Rp5.000, KA Siliwangi memberi ruang bagi keluarga untuk merencanakan perjalanan yang hemat, tertib, aman, dan nyaman. Relasi Sukabumi-Cipatat pp juga membantu masyarakat menjangkau Cianjur dan wilayah sekitarnya dengan biaya yang ringan,” ujarnya, dikutip Antara.

Penumpang Naik 5,75 Persen

Peningkatan jumlah pelanggan terlihat konsisten sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Pada Januari 2026, KA Siliwangi melayani 148.777 pelanggan. Jumlah tersebut tercatat 120.875 pelanggan pada Februari, kemudian meningkat menjadi 153.729 pelanggan pada Maret.

Selanjutnya, jumlah pelanggan mencapai 122.038 orang pada April dan kembali naik menjadi 135.122 pelanggan pada Mei 2026.

Data tersebut memperlihatkan bahwa KA Siliwangi tetap menjadi moda transportasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain menawarkan biaya perjalanan yang murah, kereta api juga memberikan kepastian waktu tempuh karena beroperasi di jalur rel yang terpisah dari kepadatan lalu lintas jalan raya.

Di tengah tren kenaikan biaya perjalanan darat, KA Siliwangi menjadi salah satu moda transportasi dengan tarif paling terjangkau untuk perjalanan antarkota jarak pendek di wilayah Jawa Barat.

Tarif Murah Jadi Daya Tarik

KA Siliwangi melayani relasi Sukabumi-Cipatat pulang pergi dengan enam perjalanan setiap hari. Terdiri atas tiga perjalanan dari Sukabumi menuju Cipatat dan tiga perjalanan dari Cipatat menuju Sukabumi.

Kereta ini melayani sejumlah stasiun di sepanjang lintasan, yakni Sukabumi, Gandasoli, Cireungas, Lampegan, Cibeber, Cianjur, Ciranjang, Cipeuyeum, hingga Cipatat.

Salah satu daya tarik utama layanan tersebut adalah tarif yang sangat ramah di kantong. Untuk perjalanan Sukabumi-Cianjur, pelanggan hanya dikenakan tarif Rp3.000. Sementara perjalanan Cianjur-Cipatat dikenakan tarif Rp2.000 dan perjalanan penuh Sukabumi-Cipatat hanya Rp5.000.

Dengan biaya tersebut, masyarakat dapat mengakses pusat pendidikan, pasar tradisional, kawasan perdagangan, layanan publik, hingga destinasi wisata keluarga tanpa harus mengeluarkan ongkos besar.

Pemesanan tiket juga semakin mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI sebelum keberangkatan.

Cocok untuk Wisata Keluarga saat Libur Sekolah

Momentum libur sekolah turut menjadi salah satu periode yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api.

KAI menilai perjalanan menggunakan kereta api dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal budaya transportasi publik sejak dini. Mulai dari datang tepat waktu, mengantre secara tertib, menjaga kebersihan, hingga menghormati sesama penumpang.

“Libur sekolah bisa menjadi waktu yang baik bagi orang tua untuk mengenalkan anak pada perjalanan kereta api. Anak dapat belajar datang lebih awal, antre dengan tertib, duduk sesuai tempat, menjaga kebersihan, serta menghargai sesama pelanggan selama perjalanan,” kata Anne.

Bagi keluarga, perjalanan menggunakan KA Siliwangi juga menjadi alternatif rekreasi yang ekonomis. Dengan biaya kurang dari Rp10.000 untuk perjalanan pulang-pergi pada sejumlah relasi tertentu, masyarakat dapat menikmati perjalanan antardaerah tanpa harus menghadapi kemacetan jalan raya.

Beri Dampak Ekonomi bagi Kawasan Stasiun

Keberadaan KA Siliwangi tidak hanya memberikan manfaat bagi penumpang, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi lokal di sekitar stasiun.

Ramainya pelanggan yang naik dan turun di stasiun-stasiun kecil membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, jasa transportasi lanjutan, hingga pelaku usaha mikro di sekitar kawasan stasiun.

Mobilitas yang lancar juga membantu masyarakat mengakses pusat perdagangan, sekolah, layanan kesehatan, serta berbagai fasilitas publik lainnya di sepanjang koridor Sukabumi-Cianjur-Cipatat.

Anne menegaskan, KA Siliwangi telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat yang mengandalkan transportasi murah dan tepat waktu untuk berbagai keperluan.

“KA Siliwangi dekat dengan rutinitas masyarakat. Ada pelanggan yang berangkat sekolah, bekerja, berdagang, berkunjung ke keluarga, hingga berwisata bersama anak-anak. Dengan tarif yang ramah kantong, layanan ini menjadi pilihan yang relevan untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan selama masa libur sekolah,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Libur sekolah 2026 #KA Siliwangi #Tarif KA Siliwangi 2026 #Kereta Sukabumi Cipatat #KAI