Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Masuk Tahap Akhir, China Pastikan Pembahasan dengan Indonesia Berjalan Lancar

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:17 WIB
Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh disebut memasuki tahap akhir. (KCIC)
Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh disebut memasuki tahap akhir. (KCIC)

RADARBANYUWANGI.ID – Proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) disebut telah memasuki tahap akhir. Pemerintah Indonesia dan China kini tinggal menyelesaikan pembahasan teknis sebelum hasilnya diumumkan secara resmi kepada publik.

Kepastian tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong. Ia menegaskan komunikasi antara kedua negara terus berjalan intensif dan seluruh proses pembahasan berlangsung sesuai rencana yang telah disusun.

“Kami terus berkomunikasi dekat dengan orang-orang penting serta kementerian terkait. Semuanya berlangsung dengan baik,” kata Wang usai menghadiri Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026), dikutip Antara.

China Pastikan Komunikasi Intensif dengan Indonesia

Wang menjelaskan bahwa pembiayaan proyek kereta cepat tidak termasuk dalam kategori utang perdagangan. Menurut dia, dana tersebut berasal dari pinjaman yang disalurkan melalui bank pembangunan untuk mendukung pelaksanaan proyek Whoosh.

Meski memastikan komunikasi berjalan baik, Wang belum bersedia mengungkapkan detail kesepakatan yang sedang dibahas. Ia menyebut proses negosiasi masih berlangsung sehingga rincian hasil pembicaraan belum dapat disampaikan ke publik.

“Masih belum memungkinkan untuk menyampaikan rinciannya di tengah diskusi yang berjalan. Yang pasti, semuanya berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat sinyal bahwa pembahasan restrukturisasi utang proyek strategis nasional itu bergerak menuju penyelesaian.

Pemerintah Sebut Restrukturisasi Tinggal Diumumkan

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa restrukturisasi utang proyek Whoosh sebenarnya telah rampung dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi.

“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujar Purbaya di Jakarta pada April lalu.

Menurut dia, hasil pembahasan tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah China. Langkah itu dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang sekaligus memperkuat kepercayaan antara kedua negara dalam berbagai proyek kerja sama strategis.

Purbaya bahkan mengaku telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan China untuk menyampaikan keputusan tersebut.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” katanya.

Sehari setelah pernyataan itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa skema restrukturisasi utang Whoosh telah memasuki tahap penyempurnaan atau fine-tuning.

Mengapa Utang Whoosh Direstrukturisasi?

Restrukturisasi dilakukan untuk menyesuaikan skema pembiayaan proyek agar kondisi keuangan tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan operasional serta pengembangan proyek dapat berjalan lebih optimal.

Pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya menyelesaikan persoalan pembiayaan tanpa mengganggu hubungan kerja sama Indonesia dan China yang telah terjalin dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

Karena itu, proses restrukturisasi tidak hanya dipandang sebagai persoalan finansial, tetapi juga memiliki dimensi diplomasi dan kepercayaan antarkedua negara.

AHY Prioritaskan Penyelesaian Keuangan Whoosh

Di tengah proses restrukturisasi, Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 12 Mei 2026.

Melalui aturan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

AHY menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi keuangan proyek sebelum melangkah ke agenda pengembangan jaringan kereta cepat ke wilayah lain.

Menurutnya, kepastian kondisi keuangan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan proyek sekaligus bahan pertimbangan sebelum pemerintah memutuskan ekspansi kereta cepat di masa mendatang.

Apa Selanjutnya?

Setelah hasil restrukturisasi diumumkan secara resmi, pemerintah akan mengevaluasi dampaknya terhadap keberlanjutan operasional dan pengembangan proyek Whoosh. Keputusan tersebut juga akan menjadi acuan dalam menentukan arah pembangunan transportasi berbasis rel berkecepatan tinggi di Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kereta Cepat Jakarta Bandung #Restrukturisasi Utang Whoosh #Indonesia China #Infrastruktur Nasional #ahy