RADARBANYUWANGI.ID – Minat masyarakat menggunakan kereta api melalui Stasiun Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur terus meningkat. Dalam tiga bulan terakhir, jumlah pelanggan tumbuh 18,15 persen dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus memperkuat peran stasiun sebagai gerbang menuju kawasan wisata Karangkates dan Bendungan Sutami yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Malang Raya.
Tak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, Stasiun Sumberpucung kini semakin penting sebagai penghubung aktivitas warga menuju tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, hingga kawasan wisata. Dampaknya mulai dirasakan pelaku usaha kecil, sektor jasa, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar Bendungan Sutami.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), selama Maret hingga Mei 2026, Stasiun Sumberpucung melayani 984 pelanggan naik dan 793 pelanggan turun. Jumlah pelanggan naik meningkat 15,49 persen dibanding Oktober hingga Desember 2025 yang mencapai 852 pelanggan. Sementara pelanggan turun naik 21,63 persen dari 652 pelanggan menjadi 793 pelanggan.
Secara keseluruhan, total volume pelanggan meningkat dari 1.504 pelanggan menjadi 1.777 pelanggan atau tumbuh 18,15 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan terjadwal.
“Stasiun Sumberpucung menjadi pintu yang dekat dengan kehidupan warga. Dari stasiun ini, akses menuju kawasan Karangkates, tempat kerja, sekolah, pasar, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih terbuka,” ujarnya, dikutip Antara.
Karangkates Jadi Magnet Wisata Akhir Pekan
Saat akhir pekan, kawasan Bendungan Sutami atau yang lebih dikenal sebagai Waduk Karangkates menjadi tujuan rekreasi keluarga. Hamparan perairan yang luas, udara sejuk, panorama perbukitan, hingga kuliner ikan air tawar menjadi daya tarik yang sulit dipisahkan dari kawasan tersebut.
Wisatawan yang datang dapat menikmati suasana waduk, berburu spot fotografi, mencicipi aneka olahan ikan bakar, hingga bersantai bersama keluarga di area terbuka yang tersedia di sekitar bendungan.
Keberadaan Stasiun Sumberpucung memberikan alternatif perjalanan yang lebih mudah bagi wisatawan yang ingin berkunjung tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi. Dari stasiun, perjalanan menuju kawasan Karangkates dapat dilanjutkan menggunakan transportasi lokal.
Meningkatnya jumlah pengunjung tentu membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Warung makan, pedagang kaki lima, jasa transportasi, area parkir, hingga usaha keluarga memperoleh peluang tambahan dari aktivitas wisata yang terus bergerak.
UMKM dan Pembudidaya Ikan Ikut Merasakan Dampaknya
Di balik keindahan Bendungan Sutami, terdapat aktivitas ekonomi yang menjadi tumpuan banyak keluarga. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan air tawar dengan sistem keramba jaring apung.
Selain itu, berbagai usaha mikro dan kecil berkembang di sekitar area wisata. Mulai dari penjual makanan, oleh-oleh, penyedia jasa wisata, hingga pedagang kebutuhan harian yang melayani warga maupun wisatawan.
KAI menilai konektivitas transportasi berperan penting dalam mempertemukan potensi wisata, tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi lokal. Semakin mudah masyarakat menjangkau suatu wilayah, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tumbuh.
“Ketika akses tersedia, warga memanfaatkannya. Karena itu, peningkatan perhatian terhadap stasiun-stasiun seperti Sumberpucung akan memberi dampak langsung bagi kehidupan daerah,” kata Anne.
Didukung Puluhan Ribu Penduduk Usia Produktif
Potensi pengembangan kawasan Sumberpucung juga didukung faktor demografi. Berdasarkan publikasi Kecamatan Sumberpucung Dalam Angka 2025 yang memuat data tahun 2024, jumlah penduduk Kecamatan Sumberpucung mencapai 58.955 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.201 jiwa berada pada usia produktif 15 hingga 64 tahun. Mereka terdiri atas pekerja, pelajar, petani, pedagang, pelaku UMKM, pembudidaya ikan, dan keluarga muda yang membutuhkan akses mobilitas yang memadai.
Menurut Anne, akses transportasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan perjalanan, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Satu perjalanan yang lebih mudah dapat berarti peluang kerja yang lebih luas. Satu akses transportasi yang lebih terjangkau dapat berarti biaya keluarga yang lebih hemat,” ujarnya.
Punya Nilai Sejarah dan Potensi Energi Terbarukan
Selain dikenal sebagai kawasan wisata air, wilayah Sumberpucung juga memiliki nilai sejarah perkeretaapian. Tidak jauh dari stasiun terdapat Terowongan Karangkates I dan Terowongan Karangkates II yang menjadi bagian penting perkembangan teknik perkeretaapian Indonesia.
Perpaduan antara bendungan, jalur rel, terowongan bersejarah, dan lanskap alam menciptakan potensi wisata berbasis edukasi, fotografi, hingga perjalanan minat khusus.
Ke depan, kawasan Karangkates juga berpeluang berkembang melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Bendungan Sutami. Kehadiran proyek energi terbarukan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan mobilitas tenaga kerja, pelaku jasa, maupun masyarakat sekitar.
Karena itu, penguatan akses menuju Stasiun Sumberpucung dinilai penting. Penataan jalan menuju stasiun, integrasi transportasi lanjutan, promosi wisata, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM dapat memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Dilayani KA Jarak Jauh dan Commuter Line
Saat ini Stasiun Sumberpucung melayani berbagai perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal. Untuk layanan jarak jauh, stasiun ini menjadi titik pemberhentian KA Malabar relasi Malang–Bandung dan KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen.
Sementara untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat Jawa Timur, tersedia layanan Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran yang menghubungkan berbagai kota di wilayah selatan provinsi ini.
KAI menegaskan akan terus mendorong penguatan fungsi stasiun-stasiun daerah sebagai bagian dari peningkatan layanan publik sekaligus penggerak pertumbuhan wilayah.
“Di Sumberpucung, kereta api mendekatkan warga dengan pekerjaan, pendidikan, wisata, dan harapan. Ketika konektivitas daerah diperkuat, yang ikut tumbuh adalah kesempatan, kebanggaan, dan masa depan masyarakat,” pungkas Anne.
Fakta Menarik Stasiun Sumberpucung
- Jumlah pelanggan naik 18,15 persen dalam tiga bulan.
- Menjadi akses terdekat menuju kawasan wisata Karangkates.
- Dilayani KA Malabar relasi Malang–Bandung.
- Menjadi perhentian KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen.
- Terhubung dengan Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran yang menunjang mobilitas masyarakat Jawa Timur.