Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Akses ke Bandara Makin Praktis, Pengguna Kereta Api Bandara dan LRT Sumsel Tembus 6,2 Juta Orang dalam Lima Bulan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:58 WIB
Jumlah pengguna kereta api dan LRT menuju bandara mencapai 6,2 juta orang sepanjang Januari–Mei 2026. (Antara)
Jumlah pengguna kereta api dan LRT menuju bandara mencapai 6,2 juta orang sepanjang Januari–Mei 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Minat masyarakat menggunakan kereta api dan LRT untuk menuju bandara terus menunjukkan tren positif.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Group mencatat sebanyak 6.201.016 pelanggan menggunakan layanan transportasi berbasis rel yang terhubung langsung dengan bandara di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra.

Dari jumlah tersebut, layanan di Pulau Jawa melayani 2.518.233 pelanggan, sedangkan layanan di Sumatra mencapai 3.682.783 pelanggan.

Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang menawarkan kepastian waktu, kenyamanan, dan kemudahan akses menuju penerbangan.

Layanan tersebut meliputi Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS), KA Srilelawangsa, LRT Sumsel, serta KA Minangkabau Ekspres.

Dari seluruh layanan yang terhubung dengan bandara, KA BIAS mencatat pertumbuhan pelanggan tertinggi.

Selama Januari–Mei 2026, layanan menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo tersebut melayani 375.032 pelanggan atau meningkat 24,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 300.271 pelanggan.

Peningkatan itu tidak lepas dari perluasan layanan hingga Stasiun Caruban di Kabupaten Madiun.

Kehadiran rute tersebut memperluas jangkauan masyarakat dari Solo Raya, Madiun, dan wilayah sekitarnya menuju bandara maupun pusat-pusat aktivitas ekonomi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bagi masyarakat Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda yang melakukan perjalanan menuju Solo dan sekitarnya, pengembangan layanan kereta bandara menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan akses menuju transportasi udara.

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut meningkat 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Layanan ini menjadi pilihan masyarakat yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain pelaku perjalanan bisnis, pengguna juga berasal dari kalangan wisatawan, mahasiswa, hingga masyarakat yang melakukan kunjungan keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keterhubungan stasiun dan bandara memberikan kemudahan dalam perencanaan perjalanan masyarakat.

"Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanakan. Kereta api memberi kepastian waktu, memperluas akses, dan membantu pelanggan menjangkau penerbangan dengan lebih nyaman," ujarnya, Selasa (16/6/2026), dikutip Antara.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 763.216 pelanggan KA YIA Reguler dan 366.411 pelanggan KA YIA Xpress.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.117.749 pelanggan, terjadi kenaikan sebesar 1,06 persen.

KA Bandara YIA menjadi salah satu tulang punggung mobilitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

Layanan ini banyak dimanfaatkan wisatawan, mahasiswa, pekerja, pelaku UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif yang memiliki aktivitas dari dan menuju Yogyakarta.

Di Pulau Sumatra, jumlah pelanggan layanan transportasi terintegrasi bandara bahkan melampaui Jawa.

KA Srilelawangsa di Sumatra Utara melayani 1.775.765 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026 atau meningkat 2,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.736.958 pelanggan.

Jumlah tersebut terdiri atas 664.833 pelanggan relasi Medan–Kualanamu dan 1.110.932 pelanggan relasi Medan–Kuala Bingai.

Relasi Medan–Kualanamu menjadi akses utama menuju Bandara Internasional Kualanamu, sedangkan relasi Medan–Kuala Bingai memperluas jangkauan masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat kota.

Sementara itu, LRT Sumsel menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar di kelompok transportasi bandara KAI Group.

Sepanjang Januari–Mei 2026, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan.

Moda transportasi tersebut menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan pusat Kota Palembang, kawasan pendidikan, pusat layanan publik, hingga kawasan olahraga.

Di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 92.001 pelanggan.

Layanan ini menjadi alternatif transportasi masyarakat dan wisatawan yang bepergian dari Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau maupun sebaliknya.

Tren peningkatan pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin membutuhkan sistem transportasi yang saling terhubung.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, layanan kereta api dan LRT memberikan kepastian waktu tempuh yang menjadi faktor penting bagi penumpang pesawat.

Peningkatan mobilitas wisata, perjalanan bisnis, aktivitas pendidikan, serta kebutuhan perjalanan antardaerah juga turut mendorong pertumbuhan penggunaan transportasi berbasis rel menuju bandara.

Anne menegaskan integrasi kereta api, LRT, dan bandara merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan.

"Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka. KAI Group memperkuat peran kereta api dan LRT sebagai penghubung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi," katanya.

Layanan kereta api dan LRT diperkirakan akan semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengakses bandara, terutama di kota-kota besar yang menghadapi kepadatan lalu lintas dan membutuhkan moda transportasi yang lebih terjadwal serta andal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI Group #transportasi terintegrasi #ka bias #kereta bandara #LRT Sumsel