Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rute Melingkar Kereta Api Joglosemarkerto Dinilai Efisien, Layani Ratusan Ribu Penumpang Selama Januari-April 2026

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:02 WIB
Pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto mencapai 458.938 orang selama Januari–April 2026. (Antara)
Pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto mencapai 458.938 orang selama Januari–April 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya sektor pendidikan, wisata, dan ekonomi regional. Kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan KA Joglosemarkerto yang kini menjadi salah satu moda transportasi strategis di wilayah tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, selama Januari hingga April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan. Angka tersebut meningkat 11,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 411.931 pelanggan.

Peningkatan itu dinilai tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat di kota-kota utama Jawa Tengah dan DIY seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Tegal. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan aktivitas usaha.

Baca Juga: Puluhan Advokat Peradi Banyuwangi Laporkan Aktivis Macan Blambangan ke Polisi, Diduga Sebar Tuduhan Suap APH

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di DIY mencapai 74,70 persen atau tertinggi secara nasional. Sementara Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi perguruan tinggi terbesar di Indonesia yang tersebar di berbagai kota.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan kebutuhan perjalanan antarkota di wilayah Jawa Tengah dan DIY semakin tinggi.

“KA Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan yang unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu lintasan melingkar. Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota tanpa perlu berganti kereta, baik untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne, dikutip Antara.

Baca Juga: Frekuensi Perjalanan KRL Naik, KAI Siapkan Penguatan Suplai Daya dan Persinyalan

Selama empat bulan pertama 2026, dua nomor perjalanan dengan jumlah pelanggan tertinggi yakni KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang dengan 168.971 pelanggan. Sementara KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan mencatat 160.401 pelanggan.

Tingginya volume penumpang pada lintas tersebut memperlihatkan kuatnya konektivitas antarkota di jalur Solo, Semarang, Tegal, dan Purwokerto yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

KAI juga melihat pola perjalanan pelanggan semakin beragam. Selain digunakan mahasiswa menuju kota pelajar seperti Yogyakarta dan Solo, layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas bisnis, perdagangan, hingga perjalanan wisata ke berbagai daerah.

KA Joglosemarkerto diketahui terhubung langsung dengan sejumlah destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dan DIY. Di Yogyakarta, penumpang dapat mengakses kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Candi Prambanan. Sementara di Solo terdapat Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, dan Kampung Batik Laweyan.

Adapun di Semarang, pelanggan dapat menjangkau kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu. Perjalanan kemudian tersambung menuju Pekalongan, Tegal, hingga Purwokerto yang menjadi pintu menuju kawasan wisata Baturraden dan lereng Gunung Slamet.

Menurut data BPS 2025, Jawa Tengah mencatat lebih dari 58 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024. Sedangkan DIY menerima lebih dari 9 juta kunjungan wisatawan pada periode yang sama.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2018, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan kereta api dengan pola konektivitas terpanjang dan unik di Pulau Jawa. Rute melingkar yang dimiliki memungkinkan masyarakat menjangkau banyak kota dalam satu perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar stasiun.

Baca Juga: Penumpang KAI Tembus 500 Juta Perjalanan, Generasi Z Pilih Kereta Api demi Kurangi Jejak Karbon dan Polusi

Anne menambahkan, transportasi berbasis rel kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota.

“Kereta api kini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. KA Joglosemarkerto memperlihatkan bagaimana konektivitas transportasi dapat memperkuat akses pendidikan, mendukung pertumbuhan wisata daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sepanjang lintas Jawa Tengah dan DIY,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Wisata Yogyakarta #Transportasi Jawa Tengah #Mobilitas Antarkota #KAI #ka joglosemarkerto