RADARBANYUWANGI.ID - Pulau Santen Banyuwangi perlahan bangkit dari keterpurukan. Destinasi wisata pesisir yang sempat mati suri itu kini kembali dipadati wisatawan lokal berkat pembenahan fasilitas dan panorama sunset yang memikat.
Terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Pulau Santen kembali menjelma menjadi salah satu magnet wisata favorit masyarakat. Setiap sore, ratusan pengunjung memadati kawasan pantai untuk menikmati matahari terbenam dengan latar Selat Bali yang memesona.
Kebangkitan Pulau Santen tidak terjadi secara instan. Dua tahun lalu, kawasan wisata tersebut nyaris ditinggalkan pengunjung akibat fasilitas rusak dan akses jembatan kayu yang membahayakan.
Kini, wajah Pulau Santen berubah total.
Deretan pohon santen dan cemara udang membuat kawasan pantai terasa lebih teduh. Gazebo berdiri rapi di sepanjang bibir pantai. Area camping mulai ramai dipakai wisatawan muda. Lapak UMKM pun tumbuh kembali menghadirkan aneka kuliner laut dan jajanan khas Banyuwangi.
Koordinator Pengelola Wisata Pulau Santen, Riyan, mengatakan kawasan itu sebelumnya mengalami penurunan drastis jumlah pengunjung karena minim perawatan.
“Dulu sempat mati suri karena fasilitas kurang terawat dan jembatan kayu menuju Pulau Santen banyak yang bolong, jadi wisatawan banyak yang malas datang ke Pulau Santen,” ujarnya.
Menurut Riyan, proses kebangkitan wisata Pulau Santen dilakukan secara bertahap bersama warga sekitar. Perbaikan dimulai dari akses utama menuju lokasi wisata yang sebelumnya rusak parah.
“Perbaikannya tidak langsung sekaligus, tetapi sedikit demi sedikit dari akses jembatan sampai fasilitas wisata Pulau Santen karena keterbatasan dana,” katanya.
Tiket Murah, Pemandangan Kelas Premium
Menariknya, revitalisasi wisata Pulau Santen dilakukan secara mandiri. Dana pembenahan berasal dari sebagian pendapatan tiket masuk dan gotong royong masyarakat sekitar.
Model pengelolaan berbasis komunitas itu justru menjadi kekuatan utama Pulau Santen. Warga merasa memiliki kawasan wisata tersebut sehingga ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan area pantai.
Kini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Rp 5 ribu per orang. Anak-anak bahkan bisa masuk gratis.
Dengan harga murah tersebut, wisatawan sudah bisa menikmati panorama laut lepas yang langsung menghadap Pulau Bali.
Saat pagi hari, pengunjung dapat menyaksikan aktivitas nelayan tradisional yang menarik jaring penuh ikan dari bibir pantai. Sementara sore hari menjadi momen paling favorit karena langit jingga Pulau Santen dianggap salah satu sunset terbaik di pusat Kota Banyuwangi.
“Paling ramai memang sore hari karena banyak yang ingin menikmati sunset di sini,” ujar Riyan.
Wisata Lokal Banyuwangi Kian Menggeliat
Meningkatnya kunjungan wisatawan membuat geliat ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Lapak UMKM yang sebelumnya tutup kini kembali hidup.
Dalam sehari, jumlah pengunjung Pulau Santen bisa mencapai 500 hingga 600 orang. Saat akhir pekan, angka tersebut melonjak hingga sekitar 800 wisatawan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ramai lagi. Kebanyakan yang datang ke Pulau Santen memang wisatawan lokal Banyuwangi,” ungkapnya.
Selain menikmati pemandangan, wisatawan juga bisa membeli ikan segar langsung dari nelayan yang baru mendarat.
Sensasi wisata pantai yang berpadu dengan kehidupan masyarakat pesisir menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.
Jadi Tempat Favorit Healing dan Camping
Pulau Santen kini juga mulai dikenal sebagai lokasi healing murah meriah bagi warga Banyuwangi. Banyak anak muda datang untuk camping sambil menikmati suara ombak dan angin laut.
Salah satu pengunjung, Likha, warga Kelurahan Kepatihan, mengaku sering datang ke Pulau Santen karena lokasinya dekat dan suasananya nyaman.
“Pulau Santen tempatnya dekat dari rumah serta pemandangannya bagus, apalagi saat sunset, jadi nggak perlu jauh-jauh,” katanya.
Hal senada disampaikan Khoirul Anam, warga Kelurahan Sobo. Ia memilih Pulau Santen sebagai tempat wisata keluarga karena ombaknya relatif tenang.
“Kalau libur sering ke sini bersama anak-anak. Selain dekat, ombaknya juga tidak terlalu tinggi jadi aman kalau anak-anak main air,” ujarnya.
Pulau Santen Jadi Simbol Kebangkitan Wisata Rakyat
Kebangkitan Pulau Santen menjadi bukti bahwa wisata berbasis masyarakat bisa tumbuh kembali jika dikelola dengan konsisten.
Di tengah persaingan destinasi modern dan wisata buatan, Pulau Santen justru menawarkan pengalaman sederhana yang dicari banyak orang: laut tenang, sunset indah, suasana teduh, dan kehangatan warga pesisir.
Jika tren positif ini terus terjaga, Pulau Santen berpotensi menjadi salah satu ikon wisata pantai paling ramai di Banyuwangi dalam beberapa tahun ke depan. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin