Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Bandara Semakin Dibutuhkan, Mobilitas Wisata dan Bisnis Dorong Lonjakan Penumpang di Berbagai Daerah

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:15 WIB
KAI Group mencatat 3,24 juta pelanggan layanan kereta bandara sepanjang Januari–April 2026. (Antara)
KAI Group mencatat 3,24 juta pelanggan layanan kereta bandara sepanjang Januari–April 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat menuju bandara kini semakin bergantung pada layanan transportasi yang cepat, terintegrasi, dan memiliki kepastian waktu tempuh. Di tengah aktivitas perkotaan yang semakin padat, moda transportasi berbasis rel mulai menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan bisnis, wisata, pendidikan, hingga perjalanan antarkota.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan kereta api bandara KAI Group melayani 3.246.711 pelanggan sepanjang Januari hingga April 2026. Jumlah tersebut berasal dari berbagai layanan, mulai Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara YIA, KA Srilelawangsa Medan, KA Minangkabau Ekspres Padang, hingga LRT Sumatera Selatan dan KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS).

Peningkatan jumlah pelanggan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang efisien dan saling terhubung semakin tinggi. Selain mempertimbangkan jarak perjalanan, masyarakat kini juga menaruh perhatian pada efisiensi waktu, integrasi antarmoda, dan kemudahan akses menuju bandara.

Baca Juga: Kemensos Pastikan Bansos Gagal Cek Rekening Akan Dicairkan Lagi

Untuk layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, jumlah pelanggan pada Januari–April 2026 mencapai 837.778 orang. Angka tersebut meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 705.859 pelanggan.

Pertumbuhan itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat Jabodetabek terhadap moda transportasi yang mampu memberikan kepastian waktu perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Di Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA juga mencatat pertumbuhan positif. Selama empat bulan pertama 2026, KA Bandara YIA Reguler melayani 619.498 pelanggan, sedangkan KA YIA Xpress melayani 301.400 pelanggan. Secara total, jumlah pelanggan mencapai 920.898 orang atau meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 888.653 pelanggan.

Baca Juga: Lowongan Kerja PT Djarum Mei 2026 Dibuka Besar-Besaran, Fresh Graduate Bisa Daftar untuk 6 Posisi Strategis

Kehadiran layanan tersebut dinilai memperkuat konektivitas antara bandara, pusat kota, kawasan pendidikan, hingga destinasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, di Sumatra Utara, layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai melayani 1.414.031 pelanggan sepanjang Januari–April 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.379.178 pelanggan.

Jalur tersebut menjadi penghubung penting antara Kota Medan, wilayah penyangga, dan Bandara Kualanamu sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di kawasan Sumatra bagian utara.

Di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 74.004 pelanggan selama Januari–April 2026. Kereta tersebut melayani relasi Pulau Aie–Padang–Tabing–Duku–Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 50 menit.

Layanan itu dinilai membantu masyarakat dan wisatawan mendapatkan akses transportasi menuju bandara yang lebih efisien, terjangkau, dan terhubung langsung dengan pusat Kota Padang. Konektivitas tersebut juga mendukung sektor pariwisata, perjalanan usaha, pendidikan, hingga mobilitas harian masyarakat.

Penguatan konektivitas berbasis rel juga terlihat melalui layanan KA Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS yang kini diperpanjang hingga Madiun. Kehadiran layanan tersebut memperluas akses masyarakat dari wilayah Solo Raya, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun menuju bandara tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur darat.

Selain itu, LRT Sumatera Selatan di Palembang turut memainkan peran strategis dalam mendukung mobilitas perkotaan dan akses menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Selama Januari–April 2026, layanan ini melayani 1.441.069 pelanggan melalui 13 stasiun yang menghubungkan kawasan bandara, pusat kota, hingga Jakabaring.

Baca Juga: Everton vs Sunderland: Duel Penentu Asa ke Kompetisi Eropa di Pengujung Musim Liga Inggris

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan pelanggan kereta api bandara menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang saling terhubung semakin besar.

“Konektivitas transportasi kini menjadi bagian penting dalam pola perjalanan masyarakat. Kehadiran layanan berbasis rel membantu perjalanan menjadi lebih pasti, efisien, dan terhubung langsung dengan pusat aktivitas masyarakat,” ujar Anne, dikutip Antara.

Menurut dia, penguatan konektivitas transportasi publik juga berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor pariwisata nasional.

Baca Juga: Veda Ega Hadapi Trek Berbahaya di Moto3 Catalunya, Ini Kata Aoyama

“Ketika bandara, stasiun, pusat kota, dan kawasan wisata dapat terhubung dengan baik, ruang gerak masyarakat menjadi lebih luas dan aktivitas ekonomi daerah ikut tumbuh,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mobilitas Masyarakat #konektivitas rel #KAI Group #transportasi publik #kereta bandara