RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah pesatnya modernisasi transportasi kereta api, sejumlah fasilitas peninggalan teknologi masa lampau masih dipertahankan keberadaannya. Salah satunya adalah spoor putar atau turntable lokomotif yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember untuk mendukung operasional perkeretaapian.
Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam proses perawatan sarana, khususnya untuk memutar arah lokomotif secara langsung tanpa harus melalui jalur rel yang lebih panjang. Cara ini dinilai lebih efisien karena mampu menghemat waktu saat proses pemeriksaan dan perawatan lokomotif dilakukan di area depo.
Saat ini, terdapat dua lokasi spoor putar di wilayah Daop 9 Jember, yakni di Depo Lokomotif Jember dan Depo Lokomotif Ketapang. Meski perkembangan teknologi perkeretaapian terus bergerak maju, fasilitas tersebut masih menggunakan sistem manual dengan bantuan tenaga manusia.
Baca Juga: Dua Pelaku Illegal Logging di Banyuwangi Ditahan, Lima Orang Masih Buron
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menjelaskan, dalam proses pengoperasiannya dibutuhkan sekitar empat hingga lima petugas untuk memutar lokomotif secara perlahan dan presisi di atas meja putar.
“Keberadaan spoor putar menjadi bukti sejarah perkembangan teknologi perkeretaapian sejak zaman Belanda. Hingga kini fasilitas tersebut masih dimanfaatkan untuk mendukung operasional lokomotif secara efektif dan efisien, khususnya dalam mendukung proses pemeriksaan dan perawatan lokomotif di area depo. Dengan waktu yang lebih singkat, kesiapan sarana dapat lebih optimal sehingga mendukung kelancaran perjalanan kereta api,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Cahyo, keberadaan spoor putar bukan sekadar fasilitas teknis, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan kereta api di Indonesia. Penggunaan fasilitas itu tetap dipertahankan karena masih relevan untuk menunjang kesiapan armada lokomotif sebelum dioperasikan.
Baca Juga: Dortmund Bidik Posisi Runner-up, Frankfurt Terancam Gagal ke Eropa
Selain menjaga efisiensi operasional, Daop 9 Jember juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan. Masyarakat diimbau untuk tidak berada ataupun beraktivitas di sekitar area spoor putar karena lokasi tersebut merupakan area terbatas dan hanya diperuntukkan bagi petugas berwenang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga keselamatan bersama dengan tidak berada atau beraktivitas di area spoor putar. Selain berbahaya, hal tersebut juga dapat mengganggu proses operasional yang sedang berlangsung,” tambah Cahyo.
Melalui keberadaan spoor putar tersebut, Daop 9 Jember berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian sejarah teknologi perkeretaapian dengan tuntutan pelayanan transportasi modern. Efisiensi operasional dan standar keselamatan tetap menjadi prioritas utama demi mendukung kelancaran perjalanan kereta api bagi masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi