RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat pada awal pekan mencerminkan dinamika perjalanan yang semakin kompleks, mulai dari kembali bekerja di perantauan hingga melanjutkan perjalanan antarkota. Dalam arus tersebut, kereta api menjadi moda transportasi yang menawarkan kepastian waktu dan kenyamanan.
Mengutip Antara, KAI Group mencatat bahwa sepanjang Triwulan I 2026, layanan darat–udara yang mereka kelola telah melayani 3.743.082 pelanggan. Angka ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perjalanan yang terintegrasi antara kota dan bandara.
Layanan kereta bandara yang dikelola KAI Bandara menjadi kontributor utama dengan jumlah pelanggan mencapai 1.755.275 orang. Jumlah tersebut meningkat 8,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.618.119 pelanggan. Kenaikan ini menunjukkan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi yang menawarkan waktu tempuh lebih pasti.
Di Yogyakarta, konektivitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) semakin menjadi bagian dari rutinitas. Layanan YIA PSO melayani 469.615 pelanggan, sementara YIA Xpress mencatat 227.652 pelanggan. Perjalanan dari pusat kota ke bandara kini lebih terukur dan dapat diprediksi.
Sementara itu, di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa terus menghubungkan Medan dengan Bandara Kualanamu dan wilayah sekitarnya. Sebanyak 406.936 pelanggan menggunakan relasi Medan–Bandara Kualanamu, dan 651.071 pelanggan melanjutkan perjalanan hingga Binjai dan Kualabingai.
Pertumbuhan signifikan juga terjadi di Jakarta melalui layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 640.510 pelanggan, meningkat 23,85 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 517.166 pelanggan. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari transportasi jalan raya ke kereta api.
Di Palembang, LRT Sumatera Selatan melayani 1.084.242 pelanggan, menghubungkan bandara dengan pusat kota hingga kawasan Jakabaring. Layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan yang efisien.
Adapun di Jawa Tengah, KA BIAS (Bandara Adi Soemarmo) melayani 208.583 pelanggan, tumbuh 31,11 persen dari tahun sebelumnya. Layanan ini memperkuat konektivitas antara Madiun, Solo, dan bandara.
Di Sumatera Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 54.472 pelanggan. Selain sebagai penghubung bandara ke Kota Padang dan Pulau Aie, layanan ini juga berperan penting saat terjadi bencana, seperti banjir dan longsor, dengan mendukung distribusi bantuan dan mobilitas relawan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya konektivitas dalam perjalanan modern.
“Perjalanan pelanggan hari ini semakin terhubung. Kereta api membantu memudahkan perpindahan dari kota ke bandara hingga ke tujuan berikutnya. Kami ingin perjalanan terasa lebih tenang, waktunya jelas, dan bisa diandalkan,” ujarnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara