RADARBANYUWANGI.ID - Tren penggunaan transportasi publik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2026. Merujuk pada data terbaru KAI Group, sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 128.055.072 pelanggan telah menggunakan layanan perkeretaapian. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 9,97% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah penumpang ini terjadi merata di seluruh lini layanan, mulai dari kereta api jarak jauh, komuter, hingga moda transportasi modern seperti LRT dan kereta cepat. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa kereta api kini bukan sekadar pilihan cadangan, melainkan telah menjadi urat nadi mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa integrasi sistem layanan menjadi faktor kunci di balik meningkatnya minat masyarakat.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” ujar Anne dalam keterangan resminya, dikutip Antara.
Sektor pengumpan harian masih mendominasi pergerakan penumpang. KAI Commuter mencatat melayani lebih dari 101,3 juta pelanggan, disusul oleh LRT Jabodebek yang tumbuh pesat sebesar 22,10%. Fenomena menarik juga terlihat pada sektor pariwisata, layanan KAI Wisata mengalami lonjakan drastis hingga 110,10% dengan total 78.134 pelanggan yang menikmati kemewahan kereta panoramic dan kereta istimewa.
Di wilayah Indonesia Timur, KA Makassar–Parepare menunjukkan performa luar biasa dengan pertumbuhan penumpang mencapai 66,45%. Capaian ini menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur rel di Sulawesi diterima dengan sangat baik oleh masyarakat setempat, baik untuk keperluan wisata maupun mobilitas rutin.
Keberhasilan Whoosh (Jakarta–Bandung) yang melayani 1,4 juta penumpang serta stabilnya layanan KA Bandara di berbagai kota besar memperkuat posisi KAI dalam ekosistem transportasi nasional. Anne menekankan bahwa data ini merupakan bentuk mandat dan kepercayaan yang diberikan publik kepada perusahaan.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian, digunakan oleh berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam, dan menghubungkan perjalanan dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi,” pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi