RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat penjualan tiket angkutan mudik Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 298.929 tiket atau 86,4 persen dari total kapasitas yang disediakan sebanyak 345.840 kursi.
Data kumulatif hingga Kamis menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api selama musim mudik tahun ini. Lonjakan volume penumpang bahkan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengungkapkan bahwa hari tersebut menjadi titik tertinggi sementara arus mudik di wilayah Bandung dan sekitarnya.
“Hari ke-8 angkutan Lebaran 2026 itu menjadi puncak sementara arus mudik di wilayah Daop 2 Bandung. Kami melihat adanya peningkatan signifikan jumlah pelanggan baik yang berangkat maupun yang tiba,” ujarnya.
Pada hari puncak tersebut, tercatat sebanyak 20.614 penumpang diberangkatkan dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2, sementara jumlah penumpang yang tiba mencapai 19.986 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menyiagakan petugas tambahan di berbagai titik layanan, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
“Ini untuk menjamin pelayanan tetap optimal, meski volume penumpang meningkat tajam,” tambah Kuswardojo.
Dari sisi operasional, KAI Daop 2 Bandung juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap sarana, jalur rel, dan fasilitas pendukung lainnya secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan perjalanan selama masa angkutan mudik tetap terjaga dengan target zero accident.
Manajemen KAI turut mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi. Hal ini mengingat sisa kursi yang tersedia semakin terbatas seiring tingginya permintaan.
Selain itu, penumpang juga disarankan untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan saat proses boarding dan pemeriksaan tiket.
Editor : Lugas Rumpakaadi