Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Masih Ada! Ini 5 PO Bus yang Rutin Layani Rute Probolinggo–Situbondo via Pantura Timur

Ali Sodiqin • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:30 WIB
MENUNGGU PENUMPANG: Dua unit bus ngetem di Terminal Brawijaya Banyuwangi, Minggu (27/7).
MENUNGGU PENUMPANG: Dua unit bus ngetem di Terminal Brawijaya Banyuwangi, Minggu (27/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Ketersediaan bus antarkota di jalur Pantura Timur Jawa Timur kerap menjadi tanda tanya, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian maupun perjalanan lanjutan menuju Banyuwangi hingga Bali.

Salah satu rute yang sering dipertanyakan adalah Probolinggo–Situbondo.

Di tengah berkurangnya armada AKDP dan perubahan pola operasi bus jarak jauh, rute ini kerap dianggap “sepi” bahkan dinilai sudah tidak terlayani.

Namun faktanya, jalur Probolinggo–Situbondo masih dilalui sejumlah PO bus, baik yang menjadikannya sebagai trayek utama maupun sekadar lintasan.

Perbedaannya terletak pada kepastian jadwal dan sistem naik penumpang. Bus trayek lokal cenderung memiliki frekuensi lebih jelas, sementara bus lintasan AKAP bersifat situasional, menyesuaikan arus perjalanan dari kota asal.

Untuk menjawab kebutuhan informasi penumpang, berikut lima PO bus yang masih rutin melintas dan melayani rute Probolinggo–Situbondo, sehingga bisa menjadi rujukan sebelum berangkat.

  1. AKAS ASRI, Trayek Lokal yang Paling Konsisten

AKAS ASRI hingga kini masih menjadi tulang punggung transportasi darat Probolinggo–Situbondo.

PO ini mengoperasikan bus AKDP kelas Bisnis dengan konfigurasi kursi 2-2 dan dikenal memiliki frekuensi keberangkatan tinggi.

Armada AKAS ASRI beroperasi hampir sepanjang hari, dari pagi hingga malam, sehingga penumpang tidak terlalu bergantung pada jam tertentu.

Bus ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, pekerja antarwilayah, hingga penumpang lanjutan menuju kawasan Tapal Kuda.

Dari sisi kepastian, AKAS ASRI tergolong paling mudah ditemukan dan relatif stabil dibanding PO lainnya di rute ini.

  1. AKAS IV, Alternatif AKDP yang Masih Bertahan

Masih di jalur yang sama, AKAS IV juga tercatat rutin nge-line di lintasan Probolinggo–Situbondo.

Kelas layanan yang disediakan umumnya Bisnis seat 2-2, dengan pola operasi yang mirip AKAS ASRI.

Bus AKAS IV banyak beroperasi pada jam-jam padat, terutama sore hingga malam hari.

Meski fasilitasnya terbilang sederhana, bus ini tetap diminati karena jadwalnya relatif lebih bisa diprediksi.

Keberadaan AKAS IV menegaskan bahwa rute Probolinggo–Situbondo masih memiliki permintaan penumpang yang cukup stabil, terutama untuk perjalanan jarak pendek.

  1. Gunung Harta, Rutin Melintas sebagai Bus AKAP

PO Gunung Harta termasuk bus jarak jauh yang cukup konsisten melintas di jalur Probolinggo–Situbondo. Armada ini merupakan bagian dari trayek panjang Jepara–Denpasar.

Bus yang melintas umumnya menggunakan kelas Eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-2, sehingga menawarkan kenyamanan lebih, khususnya untuk perjalanan malam.

Namun karena berstatus bus perlintasan, jam kedatangan tidak baku dan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas dari wilayah sebelumnya.

Meski begitu, hampir setiap hari Gunung Harta tetap melintas, membuatnya sering dimanfaatkan penumpang jarak pendek yang bersifat fleksibel.

  1. Kramat Djati, Stabil di Jalur Pantura Timur

Nama Kramat Djati juga masih aktif di jalur Pantura Timur, termasuk lintasan Probolinggo–Situbondo.

PO ini melayani trayek panjang Tegal–Denpasar yang rutin melewati kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.

Dengan kelas Eksekutif seat 2-2, Kramat Djati menawarkan perjalanan yang relatif nyaman. Namun seperti bus AKAP lainnya, keberangkatan tidak mengikat jadwal lokal.

Bagi penumpang yang tidak terikat waktu ketat, Kramat Djati tetap menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.

  1. Sinar Jaya, Masih Aktif Meski Bukan Trayek Utama

Sebagai salah satu PO besar nasional, Sinar Jaya juga masih rutin melintasi Probolinggo dan Situbondo sebagai bagian dari rute Tegal–Denpasar.

Armada yang melintas umumnya menggunakan kelas Eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-2.

Dari segi kenyamanan, standar layanan Sinar Jaya tergolong baik, meski tarifnya relatif lebih tinggi dibanding bus AKDP lokal.

Karena bukan trayek utama, waktu melintas sangat bergantung pada kondisi perjalanan dari kota asal. Meski demikian, dari sisi konsistensi, Sinar Jaya masih tergolong bisa diandalkan di jalur ini.

Mengapa Banyak Bus Tidak Memiliki Jadwal Tetap?

Perlu dipahami, hanya PO AKAS yang menjadikan Probolinggo–Situbondo sebagai rute utama.

Sementara PO lainnya berstatus bus perlintasan, sehingga jam naik-turun penumpang bersifat situasional.

Selain itu, jarak Probolinggo–Situbondo yang relatif dekat—sekitar dua hingga dua setengah jam perjalanan—membuat sebagian penumpang memilih bus kecil AKDP, travel, atau moda transportasi lain.

Kondisi inilah yang membuat rute ini kerap dianggap “tidak tersedia”, padahal armadanya masih ada, hanya pola operasinya yang berubah mengikuti dinamika permintaan dan efisiensi operasional PO bus. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #po bus #probolinggo #pantura timur #bus antarkota