RADARBANYUWANGI.ID – Pesona air terjun di Banyuwangi seolah tak pernah habis untuk dijelajahi.
Di balik rimbun hutan dan lereng gunung, selalu saja muncul destinasi baru yang memikat.
Terbaru, sebuah air terjun dengan bentuk aliran yang tak lazim ditemukan di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, tepat di kaki Gunung Raung. Warga setempat menjulukinya Air Terjun Telunjuk Dewa Raung.
HAWA panas siang itu membuat tenggorokan terasa kering. Perjalanan menuju kawasan kaki Gunung Raung bukan perkara mudah.
Jalan rusak dan terjal menuju Pos Pengamatan Gunung Raung menjadi ujian tersendiri.
Kendaraan tak bisa melaju leluasa di jalur pedesaan yang membentang sekitar tiga kilometer tersebut.
Di musim kemarau, debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, genangan air kerap menutup badan jalan.
Saluran drainase yang tak mampu menampung debit air hujan membuat air meluber dan memperparah kerusakan jalan.
Yang ironis, setiap kali banjir datang, sampah selalu menumpuk di sejumlah titik. Setelah air surut, warga setempat harus bergotong royong membersihkan jalan agar bisa kembali dilalui.
Kondisi jalan kian parah saat musim panen tebu. Truk-truk pengangkut hasil panen dengan muatan puluhan ton saban hari melintas di jalan desa tersebut. Beban berat membuat aspal dan lapisan tanah semakin hancur.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan itu berbanding terbalik dengan kekayaan alam Desa Sumberarum, khususnya di sekitar perkebunan Bayu Kidul.
Desa ini menyimpan banyak aset wisata alam, terutama air terjun yang tersebar di berbagai titik.
Yang paling dikenal adalah Air Terjun Lider, dengan ketinggian lebih dari 80 meter.
Ada pula Air Terjun Selendang Arum yang sempat viral karena keindahannya yang masih perawan. Selain itu, terdapat Air Terjun Giri Asih dan Air Terjun Timor Corah.
Kini, daftar itu bertambah dengan kehadiran Air Terjun Telunjuk Dewa Raung. Dinamakan demikian karena bentuk aliran airnya yang menyerupai telunjuk manusia.
Sementara embel-embel “Raung” disematkan karena lokasi air terjun berada di lereng Gunung Raung, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa.
Beberapa waktu lalu, warga sempat dihebohkan dengan penemuan Air Terjun Selendang Arum di Dusun Sumber Asih atau Sempol. Air terjun tersebut belum pernah dijamah sebelumnya.
Sejak diberitakan, pengunjung berdatangan, terutama saat musim liburan. Warga pun mulai merasakan manfaat ekonomi dengan menerapkan biaya parkir.
Kini, pilihan wisata di kawasan itu semakin beragam. Tak jauh dari Selendang Arum, berdiri Telunjuk Dewa Raung dengan pesona yang tak kalah menawan.
Akses menuju air terjun ini relatif lebih dekat. Namun, pengunjung tetap harus menyusuri jalur setapak selama beberapa menit.
Perjalanan singkat itu justru menjadi bagian dari daya tarik. Hutan belantara dengan pepohonan besar memanjakan jiwa petualang. Dari beberapa titik, puncak Gunung Raung tampak begitu dekat dan gagah.
Sebuah pohon beringin raksasa di tengah jalur perjalanan menjadi pemandangan yang kerap membuat pengunjung berhenti sejenak.
Sesampainya di lokasi, pengunjung disuguhi pemandangan air terjun setinggi sekitar 20 meter.
Aliran air jatuh lurus menyerupai telunjuk, menjadi ciri khas utama air terjun ini. Keistimewaan lainnya, di bawah air terjun terdapat gua alami yang cukup dalam.
Di sela-sela gua tersebut mengalir mata air yang jernih dan dingin. Hingga kini, kedalaman gua belum diketahui secara pasti. Namun, keberadaan gua dan mata air itu menambah kesan mistis sekaligus eksotis.
Hingga saat ini, kondisi Air Terjun Telunjuk Dewa Raung masih terjaga dengan baik. Alamnya relatif bersih dan belum banyak tersentuh tangan manusia.
Temuan air terjun ini semakin menguatkan predikat Desa Sumberarum sebagai desa wisata air terjun.
Sayangnya, potensi besar tersebut belum diimbangi dengan perbaikan infrastruktur. Akses jalan menuju lokasi wisata masih menjadi keluhan utama warga dan pengunjung.
Masyarakat berharap perbaikan jalan segera direalisasikan. Pihak perkebunan juga diminta lebih bijak dalam mengatur muatan truk pengangkut tebu agar tidak melebihi daya dukung jalan.
“Kalau jalannya bagus, wisatawan pasti lebih mudah datang. Ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujar salah satu warga setempat.
Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut saat ini berstatus waspada. Warga berharap aktivitas vulkanik tidak meningkat hingga memaksa mereka mengungsi.
Dengan akses jalan yang layak, aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas warga akan semakin lancar.
Jika itu terwujud, maka secara berkelanjutan kesejahteraan masyarakat Desa Sumberarum diyakini akan meningkat, seiring semakin dikenalnya Telunjuk Dewa Raung sebagai destinasi wisata alam baru Banyuwangi. (*)
Editor : Ali Sodiqin