RADARBANYUWANGI.ID - Program stimulus ekonomi terbaru yang digulirkan pemerintah sebagai langkah untuk memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor riil mulai berlaku di Pelabuhan ASDP Ketapang.
Sejak Kamis (5/6) diskon tarif pelabuhan pada objek strategis transportasi nasional mulai dinikmati oleh masyarakat.
Pemberlakuan diskon tarif yang bersamaan dengan libur Idul Adha langsung dinikmati masyarakat.
Dari list harga diskon tarif yang diterapkan oleh ASDP, angkanya beragam. Untuk kendaraan roda 2 misalnya, dari harga normal Rp 31.600 mendapatkan diskon sekitar Rp 12.700 menjadi Rp 18.900.
Selanjutnya kendaraan roda 4 pribadi dari harga tiket sebelumnya Rp 213.400 menjadi Rp 171.400 atau mendapat diskon Rp 42.000. Bus mendapat diskon Rp 121.300 dari harga normal Rp 637.000 menjadi Rp 515.700.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo melalui rilisnya mengatakan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan stimulus ekonomi pemerintah, ASDP telah menyiapkan skema pemberian diskon tarif pelabuhan hingga sebesar 100 persen.
Diskon ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, menstimulus pergerakan barang dan orang, serta mempercepat pemulihan ekonomi di berbagai daerah.
“Diskon tarif jasa pelabuhan ini adalah bentuk kontribusi ASDP dalam menyukseskan program stimulus pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa manfaat kebijakan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pengguna jasa angkutan penyeberangan,” ujar Heru.
Implementasi diskon tarif jasa pelabuhan (pas masuk dan dermaga) ini diberlakukan setelah terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB).
ASDP saat ini tengah berkoordinasi aktif untuk memastikan kesiapan sistem, lintasan, serta pelabuhan yang akan menerapkan program ini.
Heru menambahkan, ASDP menilai insentif ekonomi dari pemerintah memiliki potensi besar untuk menggairahkan sektor transportasi nasional.
Dengan mobilitas yang lebih terjangkau, diharapkan terjadi peningkatan trafik penumpang dan kendaraan, sekaligus memberikan multiplier effect pada sektor lain seperti logistik, perdagangan, dan pariwisata.
General Manager PT ASDP Ketapang-Gilimanuk Yani Andriyanto menambahkan, penerapan diskon tarif diberlakukan mulai 5 Juni sampai 31 Juli 2025.
Dalam penerapan diskon, ASDP fokus untuk mendorong kebijakan pemerintah untuk rakyat di bidang transportasi.
"Ini pure untuk mendukung kebijakan stimulus ekonomi, jadi bukan untuk masalah okupansi," tegasnya.
Sementara itu, dari data produksi ASDP Ketapang, terjadi lonjakan penumpang dari arah Bali sejak penerapan diskon tarif.
Pada Rabu (4/6) malam hingga Kamis pagi, ASDP mencatat ada 11.523 kendaraan dan 34.697 penumpang yang menyeberang dari arah Gilimanuk ke Ketapang. Sedangkan dari arah sebaliknya tercatat hanya ada 5.069 kendaraan dengan 16.245 penumpang.
Selanjutnya pada Kamis pagi hingga malam, ASDP mencatat ada 11.089 kendaraan dan 31.279 penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk.
Dan dari arah Ketapang ada 3.819 kendaraan dan 14.582 penumpang. Peningkatan jumlah penumpang tersebut bisa jadi karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, tapi bisa juga karena ada diskon tarif.
”Kita (operator kapal) menyiapkan diri dengan penambahan fasilitas untuk penumpang," kata Kepala Cabang PT DLU Banyuwangi, Mastiga Sofyan.
Pihaknya menyambut positif langkah diskon tarif yang diberlakukan. Pemotongan tersebut membuat pengguna jasa bisa mandapatkan harga tiket lebih murah.
Sebab, jasa pelabuhan yang biasanya melekat dalam tarif pengguna jasa dipotong untuk memberika stimulus kepada masyarakat. "Kalau ke operator tidak ada dampaknya, karena yang dipotong biaya jasa pelabuhan," imbuhnya.
Salah seorang penumpang asal Bali, Kiswara, 47, mengaku tidak mengetahui ada perubahan harga tiket penyeberangan.
Menurut Kiswara, penurunan harga tiket sangat membantu terutama, untuk para penumpang kapal yang merayakan Idul Adha. "Ketika kembali lagi ke Bali bisa dapat tiket lebih murah, ini membantu sekali,’’ ujarnya. (fre/aif)
Editor : Lugas Rumpakaadi